Jutaan PNS Belum Terima Gaji 13, Cek Rincian Gaji 13 PNS 2024 Untuk Jabatan & Golongan

Reporter: | Editor:

Gaji 13 PNS 2024- Jakarta. Ribuan aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/Polri, lalu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum menerima pembayaran pendapatan 13. Sebagai panduan, berikut daftar pendapatan 13 2024 yang digunakan diterima PNS masing-masing jabatan lalu golongan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengakui masih banyak PNS yang mana belum mendapatkan penghasilan 13 tahun 2024. PNS yang disebutkan tersebar dalam berubah-ubah instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. 

Nginklan Yuk

Pasalnya, belum semua anggaran penghasilan 13 2024 diserap. Hingga 14 Juni 2024, pembayaran pendapatan ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, dan juga pensiunan baru mencapai Simbol Rupiah 38 triliun.

Dilansir dari Kompas.com, Kemenkeu telah mencairkan penghasilan ke-13 untuk paratur sipil negara (ASN), TNI, Polri, juga pensiunan sebesar Simbol Rupiah 38,03 triliun hingga Hari Jumat (14/6/2024). Angka yang disebutkan merupakan realisasi pembayaran pendapatan ke-13 selama 10 Juni sampai 14 Juni 2024 pukul 16.00 WIB. Adapun total kementerian lalu lembaga (K/L) yang mana telah mengajukan pendapatan ke-13 banyaknya 84 K/L dari 84 KL alias sudah ada 100 persen.

Kepala Biro Komunikasi juga Layanan Pengetahuan Kemenkeu Deni Surjantoro merincikan, dari jumlah keseluruhan yang dimaksud banyaknya Rupiah 14,40 triliun dibayarkan untuk 1.940.650 pegawai atau personil ASN Pusat, TNI, kemudian Polri.

Nilai itu terbagi berjumlah Mata Uang Rupiah 7,80 triliun untuk 882.761 PNS dan sejumlah Mata Uang Rupiah 365 miliar untuk 91.632 PPPK. Kemudian sebanyak Simbol Rupiah 3,31 triliun untuk 474.151 anggota Polri dan juga berjumlah Simbol Rupiah 3,02 triliun untuk 492.106 prajurit TNI.

“Secara keseluruhan, jumlah total satker (satuan kerja) yang dimaksud telah dibayarkan sebanyak 9.422 atau 98,36 persen dari 9.579 satker,” kata beliau ketika dihubungi Kompas.com, Awal Minggu (17/6/2024).

Nginklan Yuk

Selain itu, pemerintah juga sudah membayarkan upah ke-13 untuk pensiunan ASN, TNI, lalu Polri sebesar Mata Uang Rupiah 11,34 triliun untuk 3.529.442 pensiunan dari 3.565.422 pensiunan atau sekitar 99,32 persen.

Pencairan yang dimaksud disalurkan melalui PT Taspen sejumlah Mata Uang Rupiah 9,97 triliun untuk 3.049.921 pensiunan dan juga PT Asabri sebesar Mata Uang Rupiah 1,36 triliun untuk 479.521 pensiunan.

Deni melaporkan, jumlah total pemerintah wilayah yang dimaksud sudah ada menyalurkan pendapatan ke-13 sejumlah 367 pemda atau baru setara 67,71 persen dari total 542 pemda. Kemudian, total pegawai pemda yang sudah ada menerima pendapatan ke-13 sebanyak 2.382.099 pegawai. “Jumlah upah 13 yang dimaksud telah disalurkan pemda sebesar Rupiah 12,19 triliun,” tuturnya.

Baca Juga:

Rincian pembayaran pendapatan 13 PNS 2024

Pemerintah telah lama menerbitkan Peraturan otoritas Republik Nusantara (PP) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pemberian THR kemudian Gaji ke-13 untuk Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, serta Penerima Tunjangan Tahun 2024.

Dilansir dari website Sekretariat Kabinet, pemberian THR dan pendapatan ke-13 tahun 2024 ini adalah upaya pemerintah untuk mempertahankan tingkat daya beli masyarakat, pada antaranya melalui pembelanjaan aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, juga penerima tunjangan pada masyarakat sehingga berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi nasional.

“Untuk meningkatkan pembelanjaan aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, serta penerima tunjangan, pemerintah memberikan tunjangan hari raya lalu penghasilan ke-13 tahun 2024 sebagai wujud penghargaan melawan pengabdian terhadap bangsa lalu negara,” disebutkan di peraturan yang mana ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 13 Maret 2024 juga dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet.

Pada Pasal 5 peraturan ini ditegaskan bahwa THR serta pendapatan ke-13 tiada diberikan untuk pegawai negeri sipil (PNS), prajurit TNI, dan juga anggota Polri di hal:

a. sedang cuti dalam luar tanggungan negara atau dengan sebutan lain; atau
b. sedang ditugaskan pada luar instansi pemerintah baik di dalam pada negeri maupun ke luar negeri yang digunakan gajinya dibayar oleh instansi tempat penugasan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

THR lalu upah ke-13 yang digunakan anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan lalu belanja negara (APBN) bagi PNS, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), pimpinan Lembaga Penyiaran Publik (LPP), juga pegawai non-pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang tersebut bertugas pada LPP, terdiri atas:

a. pendapatan pokok;
b. tunjangan keluarga;
c. tunjangan pangan;
d. tunjangan jabatan atau tunjangan umum; dan
e. tunjangan kinerja,
sesuai pangkat, jabatan, peringkat jabatan, atau kelas jabatannya.

Baca Juga:

Adapun THR lalu penghasilan ke-13 yang digunakan anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan juga belanja tempat (APBD) bagi PNS kemudian PPPK, terdiri atas:

a. pendapatan pokok;
b. tunjangan keluarga;
c. tunjangan pangan;
d. tunjangan jabatan atau tunjangan umum; dan
e. tambahan penghasilan paling sejumlah sebesar yang digunakan diterima di satu bulan bagi instansi pemerintah tempat yang digunakan memberikan tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan kapasitas fiskal area juga sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
sesuai pangkat, jabatan, peringkat jabatan, atau kelas jabatannya.

Dalam PP 14/2024 juga diatur pembayaran THR kemudian pendapatan ke-13 bagi guru dan juga dosen yang tersebut bukan mendapatkan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan. Bagi guru juga dosen yang mana penghasilan pokoknya bersumber dari APBN juga tidaklah menerima tunjangan kinerja dapat diberikan tunjangan profesi guru atau tunjangan profesi dosen yang tersebut diterima pada satu bulan.

“Dalam hal guru yang upah pokoknya bersumber dari anggaran pendapatan dan juga belanja wilayah tiada menerima tambahan penghasilan sebagaimana dimaksud pada, dapat diberikan paling banyak sebesar tunjangan profesi guru atau paling sejumlah sebesar tambahan penghasilan guru aparatur sipil negara yang mana diterima di satu bulan,” disebutkan pada PP.

Terkait pencairan THR lalu penghasilan ke-13 tahun 2024, di PP disebutkan bahwa THR dibayarkan paling cepat satu puluh hari kerja sebelum tanggal hari raya.

“Dalam hal tunjangan hari raya sebagaimana dimaksud belum dapat dibayarkan, tunjangan hari raya dapat dibayarkan pasca tanggal hari raya,” bunyi PP.

Sedangkan untuk upah ke-13 dibayarkan paling cepat pada bulan Juni 2024. Di di PP juga disebutkan, pada hal upah ke-13 belum dapat dibayarkan, pendapatan ke-13 dapat dibayarkan pasca bulan Juni 2024.

Di bagian akhir PP 14/2024 disebutkan, ketentuan lebih tinggi lanjut mengenai teknis pemberian THR kemudian pendapatan ke-13 yang mana bersumber dari APBN diatur dengan peraturan menteri yang dimaksud menyelenggarakan urusan pemerintahan di dalam bidang keuangan, sedangkan bagi yang bersumber dari APBD diatur dengan peraturan kepala daerah.

“Peraturan otoritas ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi ketentuan penutup aturan yang mana diundangkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pada tanggal 13 Maret 2024.

Baca Juga:

Nilai upah 13 PNS 2024

Diberitakan Kompas.com, berikut ini daftar besaran maksimal pendapatan ke-13 bagi pimpinan, anggota, PNS, dan juga pegawai non-pegawai ASN yang digunakan bertugas pada instansi pemerintah, diantaranya pada lembaga non-struktural serta perguruan membesar negeri baru:

1. Gaji 13 PNS 2024 Pimpinan dan juga anggota lembaga nonstruktural

– Ketua/kepala Rupiah 26.299.000

– Wakil ketua Mata Uang Rupiah 24.721.200

– Sekretaris Simbol Rupiah 23.420.250

– Anggota Mata Uang Rupiah 23.420.250

2. Gaji 13  Pegawai non-pegawai ASN pada lembaga non-struktural juga pejabat yang dimaksud hak keuangan atau hak administratifnya disetarakan atau setingkat dengan eselon/pejabat:

– Eselon I/pimpinan besar utama/pimpinan membesar madya Mata Uang Rupiah 20.738.550

– Eselon II/pejabat pimpinan besar pratama Rupiah 16.262.400

– Eselon III/pejabat administrator Simbol Rupiah 11.535.300

– Eselon IV/pejabat pengawas Mata Uang Rupiah 8.844.150

3. Gaji 13 Pegawai non-pegawai ASN yang dimaksud bertugas pada instansi pemerintah, satu di antaranya lembaga non-struktural dan juga perguruan tinggi negeri baru, sebagai pejabat pelaksana dengan jenjang pendidikan:

a. SD/SMP/sederajat

– Masa kerja s/d 10 tahun Rupiah 3.571.050

– Masa kerja 10 tahun – 20 tahun Mata Uang Rupiah 3.866.100

– Masa kerja di berhadapan dengan 20 tahun Rupiah 4.210.500

b. SMA/Diploma I/sederajat

– Masa kerja s/d 10 tahun Mata Uang Rupiah 4.089.750

– Masa kerja 10 tahun – 20 tahun Simbol Rupiah 4.456.200

– Masa kerja dalam menghadapi 20 tahun Rupiah 4.884.600

c. Diploma II/Diploma III/sederajat

– Masa kerja s/d 10 tahun Rupiah 4.573.800

– Masa kerja 10 tahun – 20 tahun Simbol Rupiah 4.971.750

– Masa kerja di melawan 20 tahun Mata Uang Rupiah 5.436.900

d. Strata I/Diploma IV/sederajat

– Masa kerja s/d 10 tahun Mata Uang Rupiah 5.492.550

– Masa kerja 10 tahun – 20 tahun Rupiah 5.967.150

– Masa kerja pada melawan 20 tahun Rupiah 6.521.550

e. Strata II/Strata III/sederajat

– Masa kerja s/d 10 tahun Mata Uang Rupiah 6.470.100

– Masa kerja 10 tahun – 20 tahun Rupiah 6.964.650

– Masa kerja pada berhadapan dengan 20 tahun Simbol Rupiah 7.542.150

Itulah info terbaru tentang pembayaran upah 13 PNS 2024. Anda telah menerima pendapatan 13?

Baca Juga: 

Selanjutnya:

Menarik Dibaca:

Cek Berita kemudian Artikel yang lain dalam



Artikel ini disadur dari Jutaan PNS Belum Terima Gaji 13, Cek Rincian Gaji 13 PNS 2024 Per Jabatan & Golongan

You might also like
Follow Gnews