Bamsoet tak hadiri panggilan MKD

Ibukota –

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) tak hadir di panggilan dari Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang ingin mengklarifikasi terkait adanya pernyataan perihal amendemen UUD, yang dimaksud dilontarkan politisi tersebut.

 

Ketua MKD DPR RI Adang Daradjatun mengutarakan Bamsoet belaka mengirimkan klarifikasi di bentuk surat tertulis. Menurutnya klarifikasi di bentuk surat itu tidaklah dapat diterima dikarenakan tidak ada dapat dipertimbangkan.

 

Nginklan Yuk
"Surat dari teradu tidaklah dapat diterima sebab bukan miliki nilai untuk dipertimbangkan tentang ketidakhadirannya sebab tidaklah memenuhi Pasal 3 juga 4 Peraturan Tata Tertib DPR RI," kata Adang di Ruang Sidang MKD DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

 

Dengan begitu, beliau menyatakan bahwa hasil musyawarah MKD DPR memutuskan akan memanggil Bamsoet yang dimaksud akan dijadwalkan kemudian. Menurutnya program sidang selanjutnya yakni terkait kebijakan MKD DPR RI melawan permasalahan tersebut.

 

Dalam serangkaian sidang, menurutnya MKD DPR RI berpendapat bahwa diduga ada pelanggaran yang mana dilaksanakan oleh Ketua MPR RI tersebut. Namun, ia belum dapat menentukan terkait ancaman sanksi yang digunakan akan diberikan terhadap Bambang Soesatyo selaku teradu.

 

"Saya tidak ada akan menyatakan (sanksi) ringan, sedang, atau berat. Saat ini saya akan bermusyawarah," kata dia.

Sebelumnya pada Rabu (6/6), Bambang Soesatyo dilaporkan melawan pernyataannya terkait dengan fraksi yang membantu amendemen Undang-Undang Dasar 1945, oleh seseorang yang tersebut bernama Azhari. Adapun pelaporan terkait hal itu berdasarkan berita-berita yang tersebut ada dalam media online.

Nginklan Yuk

Artikel ini disadur dari Bamsoet tak hadiri panggilan MKD

You might also like
Follow Gnews