Anggaran PUPR Susut pada 2025, otoritas Diminta Genjot Penanaman Modal Swasta di IKN

Reporter: | Editor:

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pengamat Tata Pusat Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menafsirkan susutnya pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Rakyat (PUPR) berubah menjadi tantangan bagi pemerintah di pengembangan Ibu Perkotaan Nusantara (IKN).

Nirwono menjelaskan, pada tahun 2025, Kementerian PUPR akan datang fokus pada penyelesaian pengerjaan infrastruktur dasar kota yang dimaksud selama ini sudah ada berjalan. Menurutnya, pemerintah harus menggenjot datangnya penanam modal swasta demi pengembangan IKN.

Nginklan Yuk

“Tahun 2025 Kementerian PUPR akan fokus pada penyelesaian penyelenggaraan infrastruktur dasar kota yang sudah ada dilakukan, di dalam sedang jatah APBN yang mana 20% untuk perkembangan IKN tinggal sedikit,” kata beliau untuk Kontan.co.id, Rabu (19/6).

Baca Juga:

Nirwono mengungkapkan, kepala kemudian perwakilan Otorita IKN (OIKN) yang digunakan baru harus sanggup menggerakkan pihak swasta di pembangunan infrastruktur maupun properti pada IKN.

Bukan hanya sekali di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) maupun wilayah perkotaan IKN saja, namun masih ada delapan wilayah perkotaan yang tersebut perlu didorong untuk dikembangkan sebagai kota bisnis, kota industri, kota pelabuhan kemudian sebagainya.

“Kinerja OIKN benar-benar diuji efektivitasnya pada mendatangkan pemodal kemudian mempercepat penyelenggaraan IKN,” ungkap dia.

Nginklan Yuk

Di sisi lain, lanjut Nirwono, apabila presiden juga delegasi presiden tidak ada jadi berkantor di IKN atau cuma berkantor untuk sementara waktu, maka akan datang berdampak terhadap calon investor.

Pasalnya, merekan akan mempertimbangkan kembali untuk mengguyur dana bahkan kemungkinan terburuk membatalkan investasinya dalam IKN.

Baca Juga:

“Ini bermetamorfosis menjadi alarm pengingat bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan IKN, memperlambat, atau bahkan membatalkan atau meninggalkannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pagu Indikatif Kementerian PUPR dalam tahun 2025 merosot berubah jadi Rupiah 75,63 triliun, ini jarak jauh dari keperluan pagu yang dirancang PUPR yakni sebesar Mata Uang Rupiah 212,58 triliun.

Pagu indikatif yang disebutkan turun 49,49% apabila dibandingkan pagu tahun anggaran Kementerian PUPR yang digunakan sebesar Rupiah 149,74 triliun ke tahun 2024.

Selanjutnya:

Menarik Dibaca:

Cek Berita lalu Artikel yang tersebut lain pada



Artikel ini disadur dari Anggaran PUPR Susut pada 2025, Pemerintah Diminta Genjot Investasi Swasta di IKN

You might also like
Follow Gnews