Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dengan tegas mengingatkan para penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menjual unit tersebut. Bantuan ini, menurutnya, merupakan upaya pemerintah untuk meringankan pekerjaan para tukang becak di Kota Magelang.
“Kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas nama Pemerintah Kota Magelang dan seluruh masyarakat Kota Magelang terkhusus para tukang becak, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Damar di Magelang, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan Damar dalam acara penyerahan 100 unit becak listrik kepada para tukang becak di Magelang. Setiap unit becak listrik tersebut diketahui memiliki nilai Rp22 juta.
Damar menekankan bahwa Kota Magelang menjadi salah satu daerah yang dipercaya menerima program ini. Oleh karena itu, ia berharap bantuan yang telah diberikan dapat benar-benar bermanfaat, tepat sasaran, dan membawa perubahan positif bagi kehidupan para penerima.
“Untuk bantuan ini saya pastikan tidak ada yang menjualbelikan, jadi nanti ada semacam surat perjanjian Kepala Dinas Perhubungan. Nanti, kita bagi zonasi juga wilayah operasinya supaya tidak bentrok, nanti setiap kawasan pasti ada, dan ada penanggungjawabnya, di tempat wisata juga kita bantu juga,” jelasnya.
Ia menambahkan, program becak listrik ini diharapkan dapat mendorong pemberdayaan dan menggerakkan ekonomi lokal. “Bagaimana mengasih kail supaya mereka tetap bisa berdaya, masih berguna dengan becak listrik ini,” ujarnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa becak listrik ini ditujukan untuk membantu para tukang becak yang mayoritas sudah lansia. “Tetapi, untuk mengubah hidup, mereka tidak jadi tukang becak juga sulit, karena rata-rata sudah menjalani profesi ini puluhan tahun, ada 50 tahun, 60 tahun,” kata Nanik.
Menurut Nanik, Presiden Prabowo Subianto berinisiatif membantu mereka karena memberikan modal belum tentu efektif. Oleh karena itu, becak listrik diberikan untuk meringankan beban kerja mereka. Program ini rencananya akan menyasar seluruh Indonesia, namun untuk sementara difokuskan di Pulau Jawa.
Diperkirakan ada sekitar 40.000-50.000 tukang becak di Jawa. Presiden Prabowo Subianto sendiri telah memesan 70.000 unit becak listrik, yang berarti kelebihannya dapat dialokasikan untuk tukang becak di luar Jawa di kemudian hari.
