Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan keputusan terkait masa depan Kebun Binatang Bandung akan ditetapkan paling lama dalam dua bulan ke depan. Pembahasan intensif masih terus dilakukan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk menentukan arah kebijakan terbaik.

“Targetnya, paling lama dalam dua bulan ke depan kita sudah punya keputusan bersama,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam keterangan yang diterima di Bandung, Kamis (15/1/2026).

Farhan menjelaskan, saat ini ketiga level pemerintahan tersebut sedang mendiskusikan berbagai opsi. Pilihan yang dipertimbangkan meliputi apakah Kebun Binatang Bandung akan tetap beroperasi dengan konsep yang ada saat ini, mengadopsi konsep yang berbeda, atau bahkan tidak lagi berfungsi sebagai kebun binatang.

“Kami bertiga, pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, sedang mendiskusikan masa depan kebun binatang ini. Apakah tetap menjadi kebun binatang dengan konsep seperti sekarang, dengan konsep yang berbeda, atau bahkan bukan kebun binatang,” kata Farhan.

Pembahasan ini dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat adanya kewenangan lintas instansi. Farhan menerangkan, aset lahan Kebun Binatang Bandung merupakan milik Pemkot Bandung, sementara pengawasan satwa dilindungi berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

  Anggaran Makan Bergizi Gratis 2025 Terserap Rp51,5 Triliun, Capai 72,5 Persen dari Pagu

Ahli Sejarah Minta Bandung Zoo Tidak Ditutup

Di sisi lain, ahli sejarah sekaligus penulis, Yudi Hamzah, meminta Pemkot Bandung untuk tidak menutup operasional Kebun Binatang Bandung. Menurut Yudi, fasilitas ini memiliki nilai sejarah dan fungsi publik yang kuat bagi masyarakat Kota Bandung.

Yudi menegaskan bahwa kebun binatang telah menjadi bagian dari memori kolektif warga Bandung selama puluhan tahun. “Sebelum di Tamansari, kebun binatang di Bandung sudah ada beberapa hingga akhirnya dibangun Bandung Zoo. Tempat ini sejak zaman dulu sudah didatangi masyarakat dan terpatri dalam memori mereka,” ungkap Yudi.

Ia juga menilai bahwa wacana penutupan kebun binatang berpotensi memicu protes dari masyarakat. Hal ini mengingat banyaknya bangunan bersejarah lain di Kota Bandung yang telah hilang seiring waktu.

50% LikesVS
50% Dislikes