Video Syur Siswi SMA Negeri 1 Abang Viral, Mantan Kekasih Diduga Sebarkan Rekaman Pribadi

Link Video SMA Negeri 1 Abang Viral, Rekaman HS Disebar Pacar Usai Putus

Masyarakat Karangasem, Bali, digegerkan dengan beredarnya video syur yang menampilkan seorang siswi dari SMA Negeri 1 Abang, Kecamatan Abang. Rekaman pribadi tersebut diduga sengaja disebarkan oleh mantan kekasih korban setelah hubungan mereka kandas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, video mesum itu diambil di kawasan Tumbu, Karangasem. Pelaku, seorang pria berinisial P yang merupakan mantan pacar korban, nekat mengunggah video tersebut ke fitur cerita di akun media sosial korban. Tindakan ini menyebabkan video syur tersebut dengan cepat viral dan menyebar luas ke berbagai platform.

Pada Kamis, 26 Februari 2026, istilah pencarian “SMA Negeri 1 Abang” mengalami lonjakan signifikan di mesin pencarian Google. Peningkatan ini diduga kuat berkaitan dengan tersebarnya video mesum antara sepasang kekasih yang masih berstatus pelajar SMA tersebut. Bahkan, sejumlah grup Telegram terpantau mulai menawarkan tautan yang mengarah pada video syur pasangan SMA Negeri 1 Abang itu.

Masyarakat pengguna internet diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap tawaran tautan dari akun-akun Telegram semacam itu. Pasalnya, tautan yang ditawarkan tidak selalu mengarah pada konten yang dimaksud, melainkan dapat berupa laman phishing atau mengandung malware yang membahayakan perangkat pengguna.

Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah mengonfirmasi identitas pelaku penyebaran video syur. “Pelaku penyebaran adalah seorang pria dari Kecamatan Karangasem,” jelasnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 24 Februari 2026.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban. Kondisi psikologis siswi tersebut masih sangat terguncang dan trauma pasca kejadian.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karangasem bergerak cepat memberikan pendampingan intensif kepada siswi korban. Kepala UPTD PPA, Nyoman Budiartini, mengungkapkan bahwa kondisi korban saat ini sangat terguncang. “Kami telah melakukan asesmen terhadap kondisi korban,” ujarnya.

Budiartini menambahkan, sejak video tersebut tersebar, korban mengalami trauma berat, kehilangan nafsu makan, dan tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Saat ini, UPTD PPA fokus pada pemulihan psikologis korban dengan memberikan pendampingan secara intensif agar siswi tersebut dapat segera memulihkan kondisi mentalnya.