Pengusaha muda Insanul Fahmi harus menjalani ibadah puasa Ramadan tahun ini dalam kesendirian. Kondisi tersebut terjadi di tengah proses hukum dan konflik rumah tangga yang sedang ia hadapi dengan sang istri, Wardatina Mawa. Pria berusia 26 tahun ini kini berjuang menyelesaikan persoalan hukumnya di tengah bulan suci.
Insanul mengakui adanya perbedaan atmosfer yang sangat signifikan pada Ramadan kali ini. Jika sebelumnya ia menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya, kini ia harus melaluinya seorang diri. Hal ini merupakan dampak langsung dari permasalahan hukum yang belum juga usai hingga Rabu, 25 Februari 2026.
Related Post
Manfaatkan Kesendirian untuk Introspeksi Diri
Meskipun harus melewati momen Ramadan dalam kesendirian, Insanul Fahmi memilih untuk tetap bersikap positif. Ia menganggap bahwa waktu luang yang ia miliki saat ini adalah momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri secara mendalam. Kesempatan ini digunakan untuk memperbaiki kualitas spiritualitas pribadinya.
“Pasti ada perasaan seperti itu (sepi) tapi lebih ke waktunya aku manfaatin buat banyak muhasabah gitu ya. Karena ketika sendiri justru jadi kesempatan buat aku lebih berkaca bahwasanya diri aku ini masih perlu banyak diperbaikin,” ujar Insanul.
Strategi Motivasi Puasa untuk Sang Putra
Terkait dengan cara memotivasi putranya yang masih kecil dalam menjalankan ibadah puasa, Insanul Fahmi menjelaskan hal tersebut secara langsung. Ia tetap mengupayakan komunikasi lancar dengan sang putra yang baru menginjak usia lima tahun, meskipun jarak memisahkan mereka.
“Pasti diingetin buat puasa supaya bisa full. Ada reward-nyalah gitu. Kemarin dia pengen motor-motoran gitu, umur 5 tahun ya, pengen motor-motoran gitu ya udah nggak apa-apa nanti coba kalau misalnya dia bisa,” tambahnya.
Pemberian hadiah atau reward menjadi salah satu strategi agar anaknya semangat belajar berpuasa hingga seharian penuh. Keinginan sang anak untuk memiliki mainan motor-motoran baru akan dikabulkan jika mampu menyelesaikan ibadahnya. Metode ini dianggap lazim dilakukan oleh para orang tua untuk mendidik anak sejak usia dini.
Target Utama: Selesaikan Hukum dan Kembali Bersama Keluarga
Insanul Fahmi kemudian memaparkan target utama yang ingin dicapai setelah melewati seluruh rangkaian bulan Ramadan dan persoalannya saat ini.
“Targetnya sih menyelesaikan proses hukum yang ada, pastinya. Kemudian ya (mau) bisa berkumpul kembali dengan keluarga sih,” ucap Insanul dalam keterangannya kepada media saat ditemui awak media.
Kondisi rumah tangga Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa memang sedang berada di ujung tanduk dan menjadi perhatian publik. Masalah yang membelit mereka tidak hanya sekadar konflik internal keluarga, namun sudah masuk ke ranah hukum formal. Hal inilah yang menyebabkan mereka harus tinggal secara terpisah selama beberapa waktu terakhir.
Selain menghadapi persoalan domestik, nama Insanul Fahmi juga sempat dikaitkan dengan Inara Rusli dalam beberapa pemberitaan media massa sebelumnya. Namun, fokus utama sang pengusaha saat ini tetap pada penyelesaian kasus hukumnya dengan Wardatina Mawa. Ia ingin memastikan bahwa segala proses hukum yang sedang berjalan dapat segera tuntas.
Harapan terbesar Insanul adalah bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya setelah semua urusan hukum selesai. Ia mengakui bahwa kerinduan terhadap suasana rumah yang hangat menjadi motivasi untuk menyelesaikan masalah. Ke depannya, Insanul Fahmi berharap proses mediasi atau langkah hukum lainnya dapat membawa hasil yang terbaik bagi semua pihak yang terlibat, terutama demi masa depan putra semata wayangnya.










