Tantri Kotak dan Arda Naff Ungkap Nyaris Cerai di Awal Pernikahan Meski Pacaran Lima Tahun

Vokalis grup band Kotak, Tantri Syalindri, dan suaminya, Hatna Danarda atau Arda Naff, secara mengejutkan membeberkan fakta terkait kehidupan rumah tangga mereka. Pasangan musisi ini mengaku sempat hampir bercerai pada awal masa pernikahan, sebuah pengakuan yang terungkap dalam siniar C8 Podcast yang dipandu oleh Ivan Gunawan.

Pengakuan Arda ini cukup mengejutkan publik, mengingat keduanya selama ini dikenal harmonis dan jauh dari gosip miring. Arda menyebutkan bahwa banyak orang tidak mengetahui masa-masa sulit yang mereka hadapi sesaat setelah resmi menjadi suami istri.

“Boleh jujur ya, di awal saya menikah sama dia, kita mau pisah,” ungkap Arda blak-blakan.

Arda menjelaskan bahwa ekspektasi mereka tentang kehidupan pernikahan ternyata meleset dari kenyataan. Padahal, sebelum memutuskan untuk melangkah ke pelaminan, Tantri dan Arda telah menjalin hubungan asmara atau berpacaran selama lima tahun.

“Menikah itu beda, ternyata enggak kayak seseruan pacaran. Wah, beda banget padahal pacaran kita lima tahun lho,” tambah mantan vokalis band Naff tersebut.

Lebih lanjut, Arda membeberkan bahwa akar permasalahan yang memicu keinginan berpisah tersebut berasal dari masa lalu masing-masing. Karakter asli dan trauma masa lalu yang belum selesai baru benar-benar terlihat dengan jelas ketika mereka mulai hidup satu atap.

“Ternyata orang yang punya masalah, trauma, orang yang punya bekal di masa lalu, itu akan kelihatan ketika dia berelasi di rumah tangga. Itu kelihatan semuanya,” jelas Arda.

Kondisi dan gesekan tersebut membuat mereka merasa tertekan dalam menjalani peran baru sebagai pasangan suami istri. Arda bahkan mendeskripsikan perasaan mereka saat itu seperti berada di dalam sebuah kurungan.

“Kita merasa bahwa nikah adalah penjara,” ucap Arda.

Untuk mengatasi krisis rumah tangga yang memuncak, Arda dan Tantri memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah Umrah. Perjalanan spiritual tersebut awalnya diniatkan sebagai momen bulan madu sekaligus sarana untuk mencari petunjuk dan jalan keluar dari masalah pernikahan mereka.

Namun, setibanya di Tanah Suci, Arda mengaku tidak langsung menemukan jawaban yang dicari. Ia justru merasa kebingungan karena niat dan keinginan untuk berpisah masih sangat kuat menyelimuti pikirannya meskipun sudah memanjatkan doa.

“Kita cari jawaban, kok enggak pernah dapat jawaban. Kok malah mau cerai, minta doa lagi kok mau cerai, ini gimana sih ya Allah, apa sih susahnya,” kenang Arda.

Setelah melalui proses introspeksi diri yang panjang, Arda akhirnya menyadari bahwa sumber konflik yang memperburuk keadaan sebenarnya adalah egonya sendiri. Ia menyadari bahwa selama ini dirinya tidak merasa sedang ‘sakit’ atau bermasalah, sehingga sulit untuk mencari titik temu.

“Ternyata orang yang tidak merasa dirinya sakit susah untuk diobati, karena merasa enggak ada apa-apa. Ternyata mau doa sepanjang apapun kalau aku enggak sadar diri ternyata oh iya ya ini kan aku yang masalah,” ungkapnya.

Ego yang tebal tersebut diakui Arda membuatnya tidak pernah merasakan kedamaian di awal pernikahan. Mendengar masukan dari banyak pihak di luar pernikahan justru diakuinya membuat keadaan semakin membingungkan dan memicu stres yang lebih tinggi.

Sebagai latar belakang, Tantri Syalindri dan Arda resmi melangsungkan pernikahan pada 26 Oktober 2014 silam. Kini, setelah berhasil menekan ego masing-masing dan berdamai dengan masa lalu, pasangan yang telah dikaruniai anak tersebut berhasil melewati masa kritis dan terus mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka yang sudah menginjak usia lebih dari satu dekade.