Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Barat tengah memburu keberadaan seorang wanita yang menjadi viral di media sosial. Wanita tersebut dilaporkan berulang kali menolak membayar makanan, ojek daring (ojol), hingga angkutan kota (angkot) setelah menggunakan jasa atau mengonsumsi barang.
Tindak Lanjut Sudinsos Jakarta Barat
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Fajar Laksono, menyatakan bahwa petugasnya telah bergerak ke lapangan untuk melacak keberadaan wanita yang diduga sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) tersebut. “Untuk laporan terhadap warga tersebut, sudah kami lakukan tindak lanjut pada Rabu 21 Januari 2026, kami lakukan penyisiran berkala,” kata Fajar saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Related Post
Pelacakan dilakukan oleh Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) di titik jaga Cengkareng dan Kalideres. Tujuannya adalah untuk segera menjaring wanita tersebut ke panti sosial. Namun, upaya awal belum membuahkan hasil. “Tim menanyakan dan mencari informasi kepada pedagang dan tukang ojek, mereka belum pernah melihat dan tidak ada yang mengenali ibu-ibu tersebut,” ucap Fajar.
Kesaksian Korban di Kembangan
Salah satu korban aksi wanita ini adalah Zahra (22), penjaga warung makan di kawasan Jalan Srengseng Raya, Kembangan, Jakarta Barat. Zahra mengaku geram setelah wanita tersebut kabur tanpa membayar makanan di warungnya pada Minggu (22/2) siang.
Zahra menceritakan insiden itu bermula saat wanita tersebut berteduh di warungnya ketika hujan deras. “Awalnya hujan, di depan itu bangkunya saya miringkan karena hujan biar enggak kena air. Terus tiba-tiba ada bunyi ‘gubrak’ gitu kan. Saya lihat apa sih, ternyata tiba-tiba dia duduk di situ,” ujar Zahra di lokasi, Selasa.
Awalnya, Zahra mengira pelaku hanya ingin berteduh sambil menunggu angkot. Namun, wanita itu kemudian masuk ke dalam warung dan menunjuk rentengan kopi bungkus tanpa bicara. Zahra sempat mengira pelanggannya memiliki keterbatasan berbicara. “Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong. Saya kira yang mana, kata saya. Terus pas saya tanya lagi dia baru bilang ‘anget’, ya udah saya bikinin. Pas saya lagi bikinin, ternyata dia ngambil jajanan juga. Tapi dia enggak ngomong ke saya,” lanjut Zahra.
Secara penampilan, Zahra menyebut wanita itu tidak menunjukkan gelagat seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia terlihat waras, berpakaian rapi, wangi, dan membawa tas seperti orang yang hendak bepergian. Kecurigaan Zahra muncul saat kopi selesai diseduh, wanita itu justru langsung berjalan keluar tanpa sepatah kata pun dan kembali duduk di kursi depan sambil mengunyah jajanan yang diambilnya secara diam-diam.
Konfrontasi dan Bantuan Warga
Zahra yang sudah curiga akhirnya ikut duduk di depan warung untuk memantau gerak-gerik pelanggannya. “Terus pas ada angkot, dia tiba-tiba jalan, kabur enggak ngomong apa-apa. Saya kejar kan, ‘Mba, Mba belum bayar saya’, kata saya gitu. Terus dia bilang gini, ‘Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta’, gitu,” ungkap Zahra.
Wanita itu bersikeras tidak mau membayar dan beralasan hanya meminta kopi serta jajanan, bukan membeli. Zahra membalas argumen tersebut dengan tegas, mengingat sejak awal wanita itu tidak pernah mengutarakan niatnya untuk meminta secara cuma-cuma. Saat Zahra menahannya, wanita itu terus memberontak dan berusaha kabur.
Merasa kewalahan, Zahra meminta bantuan kepada para pekerja di tempat pencucian motor di sebelah warungnya. Kehadiran para pria yang langsung mengerumuni lokasi membuat nyali wanita tersebut ciut. “Saya ngomong ‘Bang, ini Bang dia belum bayar nih, tolongin saya. Ini orang mau kabur’. Langsung pada keluar tuh cowok semua, pas dikerumunin dia baru takut sama saya. Makanya pas di video dia sampai berlutut kayak gitu minta maaf,” jelasnya.
Di tengah keributan, beberapa warga yang melintas mengenali sosok wanita itu. Mereka menyebut wanita tersebut adalah orang yang sama yang sering berulah tidak mau membayar di tempat lain. Mengetahui rekam jejak pelaku, warga sekitar menyarankan Zahra untuk merelakan saja pesanannya. “Walaupun kata orang cuma kopi doang nggak bikin miskin, tapi kan saya kerja, saya di sini sepi juga kan kalau bulan puasa ya, ada orang kayak gitu kan kesal juga,” ucap Zahra.
Setelah dilepaskan, wanita itu langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih atau sepatah kata pun. Zahra mengaku awalnya merekam kejadian itu sebagai bukti untuk bosnya. Namun, karena merasa resah dengan tindakan berulang pelaku, ia akhirnya memutuskan untuk menyebarkannya ke media sosial hingga menjadi viral.










