Sinergi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan PT PLN (Persero) berhasil memulihkan pasokan listrik di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, setelah wilayah tersebut diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu, 3 Januari 2026. Tiga unit genset berhasil didistribusikan dan dipasang di desa terpencil tersebut.

Dalam operasi kemanusiaan ini, sebanyak 25 personel TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera, didukung lima personel teknis PLN, dikerahkan. Tim gabungan ini harus menghadapi medan ekstrem selama tiga hari perjalanan untuk mencapai lokasi.

Perjalanan Penuh Tantangan Menuju Desa Sikundo

Proses pendistribusian genset tidak berjalan mulus. Tim harus menempuh jalur sungai dan perbukitan yang menantang, serta berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer. Akses darat menuju Desa Sikundo terputus total akibat dampak bencana.

Meskipun dihadapkan pada medan licin, berlumpur, cuaca hujan, dan keharusan memikul genset beserta peralatan instalasi listrik, seluruh personel berhasil menuntaskan tugas dengan aman. Pemasangan genset dan instalasi listrik rampung pada pukul 19.30 WIB, dan seluruh unit dilaporkan berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

  Kamboja Ringkus Lebih dari 2.000 WNA dalam Operasi Pemberantasan Penipuan Daring

Sinergi antara TNI dan PLN ini menjadi bukti nyata kepedulian negara dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil. Upaya ini juga secara signifikan mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Barat.

Bantuan Genset dan Kompor Gas dari Kementerian ESDM

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah mengirimkan bantuan besar berupa seribu unit genset dan tiga ribu unit kompor gas. Bantuan ini ditujukan bagi warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatera.

“Hari ini kami memberangkatkan seribu unit genset atas arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Bahlil, menjelaskan latar belakang pengiriman bantuan tersebut.

Pendistribusian bantuan genset dilakukan menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), sementara kompor gas beserta kelengkapannya diberangkatkan melalui pesawat kargo. Seluruh bantuan telah melalui proses pengecekan, pendataan, dan pengemasan sesuai standar logistik untuk memastikan keamanan selama penerbangan dan kesiapan penggunaan setibanya di lokasi tujuan.

50% LikesVS
50% Dislikes