Dokter Richard Lee membantah tegas kabar yang menyebut dirinya pernah menawarkan atau meminta perdamaian kepada Dokter Detektif (Doktif). Pernyataan ini disampaikan di tengah polemik hukum yang masih bergulir antara keduanya.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 22 Februari 2026, Richard Lee mengklarifikasi isu tersebut. Ia secara eksplisit menyatakan tidak pernah mengajukan atau meminta bentuk perdamaian apa pun sebagaimana yang ramai diberitakan di media sosial.
Related Post
Richard Lee juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melewati masa refleksi dan evaluasi diri. “Alhamdulillah, saya sudah kembali beraktivitas dan mulai bekerja seperti biasa. Waktu ini saya gunakan untuk banyak refleksi dan evaluasi,” tulisnya.
Ia menjelaskan, periode tersebut dimanfaatkan untuk introspeksi serta mengevaluasi berbagai aspek dalam pekerjaannya. Richard Lee mengaku ingin melakukan sejumlah pembenahan agar dapat bekerja dengan lebih baik dan lebih bertanggung jawab ke depannya.
Mulai pekan ini, seluruh operasional klinik serta pengembangan produk skincare miliknya dipastikan kembali berjalan normal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pasien dan pelanggan yang tetap memberikan kepercayaan terhadap layanan dan produknya, menegaskan bahwa kepercayaan tersebut sangat berharga.
Selain itu, Richard Lee memastikan bahwa seluruh produk skincare yang dikembangkannya telah terdaftar dan diawasi sesuai ketentuan serta regulasi yang berlaku. Aspek keselamatan konsumen dan kepatuhan terhadap aturan selalu menjadi prioritas utama dalam aktivitas profesionalnya.
Terkait kasus hukum, Richard Lee memilih untuk tidak banyak berkomentar lebih lanjut. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan akan mengikuti setiap tahapannya.
Sebagai informasi, Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Doktif terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. Kasus ini bermula dari perseteruan keduanya yang berujung pada saling lapor.
Sebelumnya, Doktif lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada 12 Desember 2025, menyusul laporan yang diajukan oleh Richard Lee.









