Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dilaporkan telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. Keduanya akan ditahan di sebuah pusat penahanan di New York, Amerika Serikat, untuk menghadapi serangkaian dakwaan serius.

Pesawat militer yang membawa pasangan tersebut mendarat di Pangkalan Udara Garda Nasional Stewart di Newburgh, Negara Bagian New York, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Pendaratan ini terjadi pada Minggu (4/1) pukul 05.00 WIB, berdasarkan beberapa laporan dan rekaman video yang beredar.

Departemen Kehakiman AS pada Sabtu telah membuka dan merilis surat dakwaan yang menyebutkan bahwa Maduro dan beberapa individu lainnya akan menghadapi sejumlah dakwaan pada pekan depan. Dakwaan tersebut meliputi konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokaina, kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak. Sidang akan digelar di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.

Menanggapi peristiwa ini, Wali Kota New York City Zohran Mamdani menyatakan penentangannya. Ia mengungkapkan telah menelepon Presiden AS Donald Trump secara langsung pada Sabtu untuk menyatakan keberatannya terhadap “upaya penggulingan rezim yang melanggar hukum federal (Amerika Serikat) dan internasional.”

  Trump: "Kita Akan Ambil Keputusan" Terkait Protes Iran yang Tewaskan 646 Orang

Di luar pangkalan udara Newburgh, sejumlah orang juga melakukan unjuk rasa. Mereka menyuarakan penolakan terhadap aksi militer AS yang dianggap menargetkan Venezuela.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menuntut “pembebasan segera” Maduro dan istrinya. Tuntutan ini disampaikan dalam sebuah sidang Dewan Pertahanan Nasional Venezuela yang disiarkan oleh saluran televisi nasional negara itu pada Sabtu.

50% LikesVS
50% Dislikes