Warga Karangasem, Bali, digegerkan dengan beredarnya sebuah video tak senonoh yang diduga melibatkan seorang siswi dari SMA Negeri 1 Abang. Video tersebut, yang disebut-sebut direkam di kawasan Tumbu, Karangasem, kini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Informasi awal menyebutkan, pelaku penyebaran video adalah mantan pacar korban berinisial P. Pria asal Kecamatan Karangasem itu diduga nekat mengunggah video tersebut ke media sosial melalui akun milik korban, lantaran sakit hati setelah hubungan asmara mereka kandas. Aksi ini kemudian membuat video tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat.
Related Post
Sejak kemunculan video ini, pencarian terkait nama sekolah korban di Google melonjak tajam. Tak hanya itu, sejumlah grup percakapan di Telegram juga terpantau mulai membagikan tautan yang diklaim berisi video tersebut. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan tidak sembarangan mengklik tautan yang beredar, karena banyak di antaranya berpotensi mengarah ke situs palsu, phishing, atau mengandung malware yang dapat membahayakan data dan perangkat pengguna.
Polisi Bertindak, Korban Dapat Pendampingan
Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, membenarkan adanya kasus penyebaran video asusila ini. Pihak kepolisian telah mengidentifikasi pelaku penyebaran sebagai seorang pria yang berasal dari Kecamatan Karangasem. Namun, hingga saat ini, korban belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi syok dan trauma berat.
Menyikapi kondisi korban, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karangasem segera turun tangan memberikan pendampingan psikologis. Pihak PPA menyatakan bahwa kondisi korban sangat terguncang, bahkan mengalami trauma berat yang berdampak pada kehilangan nafsu makan dan hilangnya semangat untuk beraktivitas sehari-hari.
Saat ini, fokus utama penanganan adalah pada pemulihan psikologis korban. Diharapkan, dengan pendampingan intensif, kondisi korban dapat berangsur membaik sehingga ia bisa kembali menjalani aktivitasnya seperti sedia kala.









