Permintaan gula aren di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, melonjak hingga dua kali lipat menjelang Ramadhan 2026. Peningkatan ini berdampak signifikan pada omzet para pedagang dan penampung, yang kini bisa meraup pendapatan lebih tinggi.
Fahri (60), seorang penampung gula aren di Jalan Sunankalijaga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengungkapkan bahwa lonjakan permintaan ini telah terjadi selama sepekan terakhir. “Kami sekarang bisa menghasilkan omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp15 juta kini menjadi Rp30 juta per hari,” kata Fahri pada Senin (26/1/2026).
Kenaikan Harga dan Pasokan Terjamin
Kenaikan permintaan ini didominasi oleh pedagang pengecer dari luar daerah yang memprediksi harga gula aren akan melonjak tiga pekan ke depan. Saat ini, harga gula aren di pasaran telah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp200 ribu per toros (lima ikat) menjadi Rp250 ribu.
Meskipun permintaan meningkat tajam, Fahri memastikan pasokan gula aren relatif terpenuhi. “Kami hingga kini terpenuhi permintaan konsumen itu,” ujarnya. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dari nira pohon aren menjadi faktor utama terjaganya produksi.
Kualitas Organik dan Pasar Luas
Maman (60), penampung gula aren lainnya di Pasar Rangkasbitung, juga mengakui kewalahan melayani permintaan pasar menjelang Ramadhan. “Menjelang Ramadhan kami bisa menghasilkan omzet Rp20 juta dari sebelumnya Rp10 juta per hari. Kami kini menyetok 5 ton dari sebelumnya hanya 3 ton, karena permintaan cenderung meningkat,” kata Maman.
Gula aren produksi Kabupaten Lebak dikenal memiliki keunggulan organik tanpa bahan kimia, karena pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan. Keunggulan ini menjadikan gula aren Lebak pilihan utama sebagai bahan pemanis aneka makanan untuk Lebaran, seperti kolak, es jus, hingga produksi dodol dan bolu.
Konsumen gula aren Lebak tidak hanya berasal dari Rangkasbitung, tetapi juga pedagang pengecer dari Serang dan Bogor, serta pelaku usaha kuliner. “Kami meyakini permintaan gula aren meningkat, namun terpenuhi permintaan konsumen,” jelas Fahri.
Dukungan Pemerintah untuk Perajin
Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyoroti peran penting produksi gula aren sebagai unggulan masyarakat setempat. Saat ini, terdapat 11.000 unit usaha perajin gula aren yang tersebar di 11 kecamatan di Lebak.
Menurut Imam, kehadiran usaha produksi gula aren ini memberikan sumbangan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami terus melakukan pembinaan agar perajin gula aren bisa bersaing pasar dan menembus pasar domestik hingga mancanegara,” pungkas Imam, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi lokal ini.
