Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, merealisasikan pemberian bonus sembilan unit rumah kepada sembilan individu yang berhasil meraih juara 1 dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 pada tahun 2024 lalu. Penyerahan rumah ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari pemerintah daerah.

Realisasi pembangunan sembilan unit rumah tersebut telah ditunaikan melalui kerja sama dengan PT Cipta Griya Unggul. Lokasi perumahan berada di Perumahan Grand Teriti Residence, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Penyerahan secara simbolis telah dilakukan pada Senin, 29 Desember 2025.

Bupati Kukar: Apresiasi Nyata untuk Pengharum Nama Daerah

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa program ini adalah wujud penghargaan. “Pemberian rumah bagi para juara di berbagi cabang lomba ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah kepada teman-teman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kutai Kartanegara di kancah nasional,” ujar Aulia Rahman Basri di Tenggarong pada Rabu, 31 Desember 2025.

Program bonus rumah ini direncanakan akan terus berlanjut untuk para juara MTQ nasional berikutnya, termasuk pada MTQ Nasional ke-31 yang akan diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah. Bupati bahkan membuka peluang pengembangan dalam bentuk klaster perumahan khusus bagi para juara MTQ Nasional di masa mendatang.

  PT Solusi Bangun Andalas Apresiasi Kinerja PT Dahana Sepanjang 2025, Soroti Zero Accident

Apabila seorang peserta kembali menjadi juara namun telah memiliki rumah dari kemenangan sebelumnya, Pemkab Kukar akan menyiapkan opsi bentuk apresiasi lain. Hal ini untuk memastikan setiap prestasi mendapatkan penghargaan yang setimpal.

Evaluasi Anggaran MTQ: Fokus pada Prestasi, Bukan Kemegahan

Selain memberikan apresiasi, Pemkab Kukar juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan MTQ. Fokus utama evaluasi adalah komposisi anggaran dan besaran hadiah yang diterima para juara.

Aulia Rahman Basri mengakui adanya masukan dan kritik dari masyarakat terkait besarnya anggaran MTQ di tingkat kabupaten maupun kecamatan yang dinilai belum sebanding dengan hadiah yang diterima para juara. “Anggaran MTQ tingkat kabupaten dapat mencapai kisaran Rp8–11 miliar, sementara di tingkat kecamatan berkisar Rp400–500 juta, namun hadiah untuk para juara pertama pada beberapa cabang masih relatif kecil,” jelasnya.

Bupati menegaskan bahwa esensi utama MTQ adalah pembinaan, kaderisasi, dan penghargaan kepada para juara. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengubah proporsi anggaran. “Ke depan, porsi hadiah harus jauh lebih besar dibandingkan biaya operasional dan kemegahan acara,” tegasnya. Ia menginginkan MTQ benar-benar berorientasi pada prestasi, bukan sekadar kemegahan acara.

  KAI Wisata Catat Lonjakan Penumpang Kereta Panoramic 38,6 Persen Sepanjang 2025, Jadi Pilihan Wisatawan

Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri telah meminta Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar untuk segera menyiapkan skema anggaran MTQ tahun 2026. Skema baru ini diharapkan dapat memberikan porsi hadiah yang lebih baik dan proporsional, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.

50% LikesVS
50% Dislikes