Mataram – Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PB NW) memutuskan peringatan Hari Jadi (Hadi) ke-73 tahun 2026 dipusatkan di Anjani, Kabupaten Lombok Timur. Keputusan tersebut diambil melalui musyawarah para tokoh dan penglingsir organisasi dalam rapat silaturahmi dan konsolidasi Majelis Dakwah Hamzanwadi II.
Ketua Umum PB NW, Maulanasyaikh Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, menjelaskan bahwa pemilihan Anjani memiliki pertimbangan historis dan strategis bagi organisasi.
Related Post
“Dipusatkan di Anjani karena itu keputusan para tokoh dan penglingsir, agar kita lebih solid dan kompak. Bagaimanapun Anjani itu karya Ummuna. Setelah dari Pancor dan Kalijaga, sekarang kita kembali ke sana untuk memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, Anjani memiliki nilai simbolik sebagai salah satu pusat penting perkembangan Nahdlatul Wathan, sehingga momentum Hadi ke-73 dinilai tepat digelar di wilayah tersebut.
Anjani Dinilai Pusat Pergerakan
Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, Zainul Fahmi, menegaskan bahwa Anjani saat ini menjadi pusat pergerakan Nahdlatul Wathan.
“Anjani adalah pusat Nahdlatul Wathan saat ini. Spektrum pergerakan organisasi ada di sana, sehingga kegiatan besar kita usahakan kembali ke Anjani,” katanya.
Ia juga menyebut Anjani sebagai pusat keberkahan yang diharapkan mampu menghadirkan semangat persatuan dan kekompakan jamaah.
Selain faktor historis dan strategis, pemusatan di Anjani juga diharapkan dapat menghadirkan kebersamaan yang lebih kuat, terlebih perayaan Hadi NW 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Dengan dipusatkannya Hadi NW ke-73 di Anjani, PB NW berharap momentum tersebut menjadi ajang konsolidasi besar sekaligus mempertegas posisi Anjani sebagai salah satu pusat penting dalam perjalanan Nahdlatul Wathan.










