Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tiga besar daerah dengan kontribusi terbesar terhadap investasi dan ekspor sektor ekonomi kreatif nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Rabu.

Capaian Investasi dan Ekspor Ekonomi Kreatif

Menurut Riefky, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2025, realisasi investasi sektor ekonomi kreatif telah mencapai 97 persen dari target nasional sebesar Rp136 triliun. “Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2025, realisasi investasi sektor ekonomi kreatif telah mencapai 97 persen dari target nasional sebesar Rp136 triliun, dan tiga besarnya berasal dari DKI Jakarta,” kata Riefky saat peresmian Tahilalats Station di Dukuh Atas.

Selain itu, capaian ekspor ekonomi kreatif nasional juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dari target sebesar 26,4 miliar dolar AS, realisasi ekspor per Oktober 2025 telah mencapai 101 persen, dengan DKI Jakarta sebagai salah satu kontributor utama.

Dampak Positif pada Penyerapan Tenaga Kerja

Sektor ekonomi kreatif tidak hanya menunjukkan kinerja positif dari sisi investasi dan ekspor, tetapi juga dalam penyerapan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif telah mencapai 27,4 juta orang, melampaui target 2025 yang sebesar 25,5 juta orang.

  IHSG Stagnan Tipis, Analis Mega Capital Sekuritas Ungkap 5 Saham Potensial Cuan di Tengah Pasar Lesu

“Capaian ini menunjukkan ekonomi kreatif berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riefky. Oleh karena itu, ia mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai kolaborasi kegiatan, mulai dari literasi, fesyen, hingga penguatan kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Jakarta Tuan Rumah Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia 2026

Riefky juga menyebutkan bahwa Jakarta akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) pada Oktober 2026. Konferensi ekonomi kreatif terbesar di dunia ini rencananya akan dihadiri perwakilan dari sekitar 50 negara.

Penunjukan Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global (global city), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi kreatif dunia. Sebelumnya, Indonesia pernah menjadi tuan rumah konferensi serupa di Bali.

Penyelenggaraan WCCE di Jakarta pada 2026 diharapkan dapat memperluas kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku industri kreatif nasional. “Kami ingin melahirkan local heroes dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kemudian mendorongnya menjadi national champion dan go global,” ungkap Riefky.

  Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Perkuat Daya Saing Ekonomi Kreatif Bandung Melalui Kunjungan ke Braga dan Cihapit

Dukungan terhadap toko hasil kolaborasi MRT Jakarta dengan industri kreatif Tahilalats (Tahilalats Station) di Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi salah satu bukti komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam pengembangan ruang interaksi dan ekosistem kreatif.

50% LikesVS
50% Dislikes