Perhatian! Emas Mulai Langka, Ini adalah Informasi Terbarunya

Jakarta, CNBC Indonesia – “Kiamat” mengancam emas. Industri pertambangan emas bahkan dilaporkan sedang berjuang untuk mempertahankan perkembangan lantaran logam itu sekarang semakin sulit ditemukan.

Dewan Emas Bumi mengutarakan produksi tambang emas hanya saja naik tipis 0,5% pada tahun 2023 dibandingkan tahun lalu. “Semakin sulit menemukan, mengizinkan, membiayai, lalu mengoperasikan emas,” kata Kepala Strategi Pasar WGC John Reade dikutipkan dari CNBC International, Hari Senin (10/6/2024).

Nginklan Yuk

Sebenarnya WGC mengawasi rekor produksi tambang emas pada kuartal pertama (Q1) tahun 2024, naik 4% tahun ke tahun (yoy). Namun sebenarnya, secara luas tren produksi mandek sejak 2016, di dalam mana tak ada perkembangan sejak ketika itu.

Di 2023 data asosiasi perdagangan internasional itu memaparkan produksi tambang cuma naik tipis 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, pertumbuhannya sebesar 1,35%.

Padahal dalam 2021 pertumbuhan memang benar sempat 2,7%. Namun ke 2020, produksi emas global mencatat penurunan pertama di satu dekade, turun sebesar 1%.

“Saya pikir ada cerita yang digunakan luar biasa,” ujar Reade lagi.

Nginklan Yuk

“Setelah 10 tahun mengalami pertumbuhan pesat sejak sekitar tahun 2008, bidang pertambangan kesulitan untuk melaporkan peningkatan produksi yang tersebut berkelanjutan,” tambahnya.

“Deposit emas baru semakin sulit ditemukan ke seluruh bumi sebab sejumlah wilayah prospektif yang mana telah dilakukan dieksplorasi,” jelasnya.

Menurutnya kini, semakin sulit menemukan, mengizinkan, membiayai, dan juga mengoperasikan emas. Penambangan emas skala besar membutuhkan sejumlah modal, juga memerlukan eksplorasi lalu pengembangan yang mana signifikan, membutuhkan waktu rata-rata 10 hingga 20 tahun sebelum sebuah tambang siap berproduksi.

“Bahkan selama langkah-langkah eksplorasi, kemungkinan suatu penemuan mengalami perkembangan berubah jadi pengembangan tambang sangatlah rendah, lantaran hanya sekali sekitar 10% dari penemuan emas global mengandung cukup logam untuk menjamin penambangan,” lanjutnya.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sekitar 187.000 metrik ton emas telah terjadi ditambang hingga pada waktu ini. Sebagian besar berasal dari China, Afrika Selatan (Afsel) juga Australia dengan cadangan emas yang mana dapat digali diperkirakan sekitar 57.000 ton.

“Selain proses penemuan, semakin sulitnya mendapatkan izin pemerintah dan juga membutuhkan lebih banyak berbagai waktu untuk menyelesaikannya telah dilakukan menyebabkan penambangan semakin sulit,” tambah Reade lagi menyinggung izin pertambangan dapat memakan waktu beberapa tahun.

“Selain itu, berbagai proyek pertambangan direncanakan untuk tempat terpencil yang mana memerlukan infrastruktur seperti jalan, listrik, serta air, sehingga memunculkan biaya tambahan pada perkembangan tambang dan juga pembiayaan operasi,” ujarnya.

“Semakin sulit mencari emas, mengizinkannya, membiayainya, juga mengoperasikannya,” tambahnya.

Sementara itu, nilai tukar emas sedikit tertahan pasca reli ke rekor tertinggi di beberapa bulan terakhir, didukung oleh kuatnya permintaan yang digunakan dipimpin oleh China. Temukan emas pada waktu ini diperdagangkan pada US$2,294.3 per ons.

Artikel Selanjutnya Video: Tambang Emas Ilegal Hantui RI, Industri Emas Masih Berkilau?

Artikel ini disadur dari Perhatian! Emas Mulai Langka, Ini Data Terbarunya

Menasional.com menyajikan berita virtual dengan gaya penulisan bebas dan millenial. Wujudkan mimpimu, Menasional bersama kami

You might also like
Follow Gnews