Komentari Bansos untuk Korban Judi Online, Joko Anwar: Negeri Kita Sirkus Banget

Jakarta – Usulan kebijakan baru pemerintah mengenai pemberian bantuan sosial atau bansos terhadap penderita judi online menyebabkan berubah-ubah reaksi dari masyarakat, termasuk para figur publik. Sejumlah selebritas lalu seniman Tanah Air pun tak ketinggalan memberikan pandangan kritis terhadap rencana ini, diantaranya Joko Anwar.

Sutradara ternama yang digunakan juga manusia penulis itu mengaku heran dengan usulan tersebut. Dalam cuitannya ke akun X pribadinya, @jokoanwar, pada Ahad, 16 Juni 2024, ia menyindir Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang tersebut menyatakan bahwa fakir miskin juga anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. 

judi online akan dikasih bansos. Bayangkan kalo UUD bunyinya jadi begini: Fakir miskin kemudian anak-anak yang terlantar, dan juga orang yang terluka judi online dipelihara oleh negara,” tulis Joko Anwar.

Nginklan Yuk

Sutradara dari serial Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams yang sedang naik daun itu, juga menyindir kebijakan pemerintah yang mana semakin beragam juga di dalam luar nalar. “Negeri kita sirkus banget, yak. Dan tiap hari adaaaa aja atraksi baru,” tulisnya.

Kritik Muhadkly Acho, Soleh Solihun, juga Arie Kriting Soal Bansos untuk Korban Judi Online

Senada dengan Joko Anwar, komedian serta sutradara film Agak Laen, Muhadkly Acho, turut menyuarakan kritiknya. Melalui akun X @MuhadklyAcho pada Jumat, 14 Juni 2024, beliau menulis, “Judi online dipelihara > sekolah dimahalin > kucurin Bansos. Dengan begitu, populasi pemukim miskin & bodoh bisa jadi terjaga. Jadi enak kalau pemerintah bikin kebijakan yang dimaksud aneh-aneh, nggak akan ada yg protes, yang penting dapat Bansos demi bertahan hidup. Ada nggak ya negara sejahat ini?”

Tak ketinggalan, komika sekaligus sutradara Soleh Solihun, kembali melontarkan kritik melalui Instagram pribadinya @solehsolihun. Dia mengunggah foto dirinya sedang tersenyum dengan keterangan, “Ekspresi saya saat mendengar usulan korban judi online mau dikasih Bansos,” tulis Soleh pada Ahad, 15 Juni 2024.

Kritik juga datang dari komika sekaligus aktor Arie Kriting. Tak hanya saja menyinggung mengenai polemik orang yang terdampar judi online jadi penerima bansos, ia juga menyinggung kebijakan Kementerian Komunikasi kemudian Informatika atau Kominfo yang digunakan akan memblokir media sosial X atau Twitter.

Nggak mungkin saja X atau Twitter ini diblokir. Pemerintah kita nggak sedangkal itu. Menkominfo juga pasti paham kalau ada lebih tinggi banyak hal positif mampu kita dapat lewat media sosial. Jangan setiap saat pesimis. Fokus pemerintah sekarang berantas judi online kok, bukanlah tutup medsos. Selaw,” ungkap Arie, melalui akun X-nya @Arie_Kriting pada Ahad, 15 Juni 2024.

Nginklan Yuk

Usulan Korban Judi Online Jadi Penerima Bansos dari Pemerintah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Lingkup Pembangunan Manusia kemudian Kebudayaan atau Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa praktik judi, baik secara secara langsung maupun online, dapat memiskinkan masyarakat. Oleh lantaran itu, ia menganggap kelompok ini berada di dalam bawah tanggung jawab kementeriannya. Muhadjir menyatakan telah terjadi melakukan sejumlah advokasi bagi orang yang terdampar judi online, diantaranya memasukkan dia di Angka Terpadu Kepuasan Sosial (DTKS) sebagai penerima bansos. 

“Kemudian dia yang dimaksud mengalami masalah psikososial, kita minta Kementerian Sosial (Kemensos) untuk turun melakukan pembinaan dan juga memberi arahan,” kata Muhadjir pada Kamis, 13 Juni 2024.

Bahkan, Presiden Joko Widodo juga sudah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Judi Online melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Satuan Tindakan Pemberantasan Perjudian Melalui Internet yang mana terbit dalam Ibukota pada Jumat, 14 Juni 2024. 

Satgas ini dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, lalu Ketenteraman (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, dengan Muhadjir Effendy sebagai Wakil Ketua Satgas, Menteri Komunikasi dan juga Informatika (Menkominfo) Budi Arie sebagai Ketua Harian Pencegahan, serta Dirjen Data kemudian Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong sebagai Wakil Ketua Harian Pencegahan.

EKA YUDHA SAPUTRA

Artikel ini disadur dari Komentari Bansos untuk Korban Judi Online, Joko Anwar: Negeri Kita Sirkus Banget

Menasional.com menyajikan berita virtual dengan gaya penulisan bebas dan millenial. Wujudkan mimpimu, Menasional bersama kami

You might also like
Follow Gnews