Buang Struk ATM Sembarangan, Gak Bahaya Tah?

Jakarta, CNBC Indonesia – Keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebut tersebar di sekeliling nasabah, tentunya memudahkan kegiatan operasi perbankan. Meskipun ketika ini semua telah serba digital, tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak yang digunakan mengandalkan operasi secara fisik lewat ATM.

Kerap kali usai operasi dalam ATM, pelanggan memperoleh secarik kertas yakni struk yang tersebut berisi bukti transaksi. Tak jarang pula, pengguna secara langsung membuang struk tersebut. Bahkan, pihak perbankan biasanya menyediakan tempat sampah dekat ATM agar pelanggan dapat segera membuang struk proses ATM.

Nginklan Yuk

Jadi, apakah struk dapat secara langsung dibuang usai transaksi? Apakah berbahaya membuang struk secara sembarangan?

Pengamat Lembaga Keuangan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo memaparkan bahwa pelanggan memang benar tiada wajib menyimpan atau memusnahkan atau membuang struk tersebut. Hal ini tergantung preferensi setiap-tiap nasabah.

Namun, ada beberapa jumlah faedah bila menyimpan atau memusnahkan struk tersebut.

Arianto menjabarkan kegunaan menyimpan struk, antara lain pengguna dapat memantau riwayat operasi tak semata-mata melalui account koran atau cetak buku tetapi juga melalui struk tersebut.

Nginklan Yuk

“Dengan keberadaan struk maka memudahkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bukti, misal klaim,” katanya pada waktu dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (13/6/2024).

Sedangkan, memusnahkan struk disebut Arianto sebagai langkah termudah. Karena klien kerap kali tak memohon ATM mencetak struk (bila tidaklah diperlukan) kemudian segera memushankan bila telah tercetak.

Dalam hal ini, Arianto memaparkan klien harus menegaskan semua informasi pada struk bukan bisa jadi terbaca lagi bila dimusnahkan. Hal ini dapat diwujudkan dengan disobek, digunting, atau dibakar.

Sementara itu, risiko jikalau membuang struk sembarangan, akan memberikan prospek terbacanya data-data yang mana bersifat pribadi jikalau ada, oleh pihak yang digunakan tiada berhak. Seperti, nama, nomor rekening, saldo.

Kemungkinan manipulasi terhadap data juga pemalsuannya pun dapat terjadi.

“Jadi meskipun bukan wajib, menyimpan struk ATM dengan baik dan juga membuangnya dengan aman sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari penyalahgunaan dan juga pencurian data,” imbau Arianto.

Bank swasta terbesar RI PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyatakan bahwa pada waktu ini seluruh ATM BCA bukan lagi menerbitkan setruk sebagai pilihan default untuk kegiatan evakuasi uang. Nasabah dapat mengakses bukti kegiatan lewat aplikasi mobile BCA mobile, myBCA, dan/atau struk dan juga tampilan ke layar ATM sesuai preferensi nasabah.

“Hal ini dikerjakan sebagai wujud upaya perseroan berkontribusi merawat lingkungan dengan cara menghurangi konsumsi kertas. Namun, pelanggan masih memperoleh setruk secara otomatis apabila melakukan operasi pemindahan juga setoran via ATM setor tarik (CRM) BCA,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn terhadap CNBC Indonesia, Kamis (13/6/2024).

Ia melanjutkan, BCA mengimbau pelanggan agar senantiasa mempertahankan kerahasiaan data pribadi serta menegaskan untuk tiada memberikan data yang bersifat rahasia untuk pihak manapun, diantaranya kerabat, penduduk terdekat.

Hera menjabarkan data yang dimaksud dimaksud itu melingkupi, Personal Identification Number (PIN), One Time Password (OTP), Password, Response KeyBCA, Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV).

“Hal ini guna menghindari penyalahgunaan oleh pihak tidak ada bertanggung jawab kemudian terhindar dari hal-hal yang digunakan tak diinginkan,” imbuhnya.

Artikel ini disadur dari Buang Struk ATM Sembarangan, Gak Bahaya Tah?

Menasional.com menyajikan berita virtual dengan gaya penulisan bebas dan millenial. Wujudkan mimpimu, Menasional bersama kami

You might also like
Follow Gnews