Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menandatangani piagam Dewan Perdamaian, sebuah badan yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penandatanganan ini menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam organisasi internasional tersebut dan mendapat dukungan dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyatakan keputusan pemerintah ini merupakan langkah penting dalam mendukung upaya perdamaian internasional. “Khususnya terkait upaya rekonstruksi Gaza dan konsolidasi gencatan senjata permanen sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803,” kata Dave kepada wartawan pada Jumat (23/1/2026).

Meski demikian, Dave mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati dalam menempatkan posisi Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip politik luar negeri bebas dan aktif agar tidak dianggap mengikuti agenda sepihak, mengingat beberapa negara NATO menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian ini.

“Posisi Indonesia perlu ditempatkan secara hati-hati agar tidak dianggap mengikuti agenda sepihak. Langkah ini membawa implikasi geopolitik yang kompleks, sehingga pemerintah harus menjaga keseimbangan hubungan dengan PBB, ASEAN, dan OKI, serta menempatkannya dalam kerangka kepentingan nasional yang jelas agar tetap mencerminkan kemandirian diplomasi Indonesia,” tegasnya.

  Trump Ancam Beri Tarif Tambahan Negara Penolak Akuisisi Greenland demi Keamanan AS

Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian juga didukung dengan persiapan matang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). TNI telah menyiapkan strategi nasional, rencana kontingensi, dan koordinasi lintas kementerian untuk mendukung pengiriman Pasukan Garuda dalam misi penjaga perdamaian.

Dave Laksono menambahkan, “Pasukan Garuda akan bertugas menjaga keamanan dan stabilitas, melindungi warga sipil, mendukung rekonstruksi infrastruktur dasar, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta menjadi simbol diplomasi yang memperkuat posisi Indonesia di PBB dan forum internasional.”

Prabowo Teken Piagam di Davos

Penandatanganan piagam Dewan Perdamaian oleh Presiden Prabowo Subianto berlangsung dalam pertemuan tahunan di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1). Acara perkenalan anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Gaza tersebut dipimpin langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Prabowo menjadi salah satu kepala negara atau kepala pemerintahan yang hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Dalam sambutannya, Donald Trump menegaskan bahwa pembentukan Board of Peace melibatkan banyak negara dan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

  IHSG Ambruk Tajam, Bursa Saham RI Terguncang Penilaian MSCI soal Transparansi dan Free Float

Trump juga sempat menyapa setiap kepala negara dan pemerintah yang hadir, sembari mengenang rekam jejaknya. “Sebagai presiden, saya mengakhiri 8 perang itu dalam 9 bulan. Termasuk Kamboja dan Tailan,” ujar Trump.

Setelah sambutan, para kepala negara dan pemerintah dipanggil untuk menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Presiden Prabowo Subianto kemudian duduk di sisi kiri Trump untuk meneken piagam penting tersebut, menandai babak baru keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian global.

50% LikesVS
50% Dislikes