Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan persatuan di kalangan rakyat Iran pada Jumat (9 Januari 2026). Pernyataan ini disampaikan saat negara tersebut menghadapi gelombang aksi unjuk rasa yang terus meningkat. Dalam pidato kenegaraan yang disiarkan televisi, Khamenei juga mengecam Amerika Serikat (AS) dan para demonstran yang dianggapnya berupaya menyenangkan Washington.

Khamenei menegaskan bahwa “para pengunjuk rasa merusak jalanan milik mereka sendiri untuk menyenangkan presiden negara lain,” merujuk pada Presiden AS Donald Trump. Ia mendesak pemimpin AS untuk lebih fokus pada permasalahan di negaranya sendiri. Pemimpin tertinggi Iran itu juga dengan tegas menyatakan, “Iran tidak akan mundur dalam menghadapi para penyabot.”

Gejolak Unjuk Rasa dan Dampak Ekonomi

Aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung di Iran dipicu oleh penurunan tajam nilai tukar rial serta kesulitan ekonomi yang melanda beberapa kota sejak akhir bulan lalu. Situasi ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan beberapa laporan bentrokan mematikan antara polisi dan pihak yang digambarkan pemerintah sebagai perusuh.

  Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap, Akan Hadapi Dakwaan di Pengadilan AS New York

Sejak Kamis (8 Januari 2026), Iran juga mengalami pemadaman internet skala besar, yang berdampak signifikan pada komunikasi dan media lokal. Gangguan ini semakin memperparah situasi di tengah gejolak sosial.

Dampak Internasional dan Pembatalan Penerbangan

Kondisi di Iran turut berdampak pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah maskapai dari berbagai negara, termasuk Turkiye dan Uni Emirat Arab, telah membatalkan layanan penerbangan mereka ke dan dari Iran sebagai respons terhadap situasi yang tidak menentu.

50% LikesVS
50% Dislikes