Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pariwisata berkualitas di Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah ini diambil guna mencapai target kunjungan 1,7 juta wisatawan, khususnya mancanegara, pada tahun 2026.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam kunjungan kerjanya di Batam pada hari pertama tahun 2026, Kamis, memaparkan beragam produk pariwisata berkualitas yang potensial dikembangkan. “Kami mendorong pariwisata berkualitas di daerah melalui produk-produk pariwisata yang berkualitas seperti wellnes tourism, gastronomi, marine tourism, art and design, haritage, religi,” kata Ni Luh.
Ni Luh meyakini Pemerintah Kota Batam telah menyiapkan agenda pariwisata berkualitas untuk tahun 2026. Ia juga mendorong kolaborasi erat antara pihak swasta dan pemerintah daerah. “Kami ingin semuanya dengan teman-teman swasta, pemerintah daerah, berkolaborasi membuat wisata Batam semakin meningkat,” ujarnya.
Pada skala nasional, Kemenpar RI menargetkan kunjungan 16 juta hingga 17 juta wisatawan mancanegara serta 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara sepanjang tahun 2026. Ni Luh optimistis target ini dapat tercapai, didukung oleh agenda libur nasional seperti Lebaran, libur sekolah, serta Natal dan Tahun Baru, di samping agenda kunjungan wisata lainnya.
“Melihat pertumbuhan yang positif di 2025, kami optimistis mencapai target yang sudah diberikan kepada Kementerian Pariwisata,” tutur Ni Luh.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengungkapkan bahwa Batam memiliki 10 destinasi wisata unggulan. Destinasi tersebut mencakup wisata olahraga, budaya, laut, eco dan agrowisata, religi, serta wellness tourism yang kini sedang digencarkan.
Ardiwinata mencontohkan, “Wisata kebugaran di Batam salah satunya ada di Gold Coast Bengkong.” Ia menambahkan, salah satu agenda pariwisata yang telah disiapkan untuk tahun 2026 adalah Kenduri Seni Melayu.
