Artis Kartika Putri kembali menyapa publik setelah lebih dari setahun tidak terlihat di layar kaca. Kemunculannya kali ini menarik perhatian lantaran ia tampil dengan mengenakan niqab atau cadar, sebuah perubahan penampilan yang telah ia putuskan sejak November 2024.
Bersama sang suami, Habib Usman bin Yahya, Kartika Putri menghadirkan konten podcast bertajuk “Hikmah Ramadan” yang tayang sepanjang bulan puasa 2026. Ini menjadi platform perdananya berbagi cerita setelah lama rehat dari dunia hiburan.
Related Post
Proses Berhijrah dan Alasan Menghilang
Dalam episode perdana podcast tersebut, Habib Usman membuka perbincangan dengan menanyakan alasan di balik menghilangnya Kartika dari media. “Sudah hilang satu tahun, hilang dari media. Apa sih yang membuat kembali ke media?” tanya Habib Usman, dikutip dari YouTube Kartika Putri Official pada Kamis (19/2/2026).
Menanggapi pertanyaan suaminya, Kartika Putri menjelaskan bahwa keputusannya untuk rehat adalah bagian dari proses personal. “Kalau ditanya kenapa menghilang setahun, setiap manusia kan Bib butuh berproses,” jawab Kartika Putri.
Ia menambahkan, “Makanya ketika baru hijrah benar-benar memantapkan hati, menikmati prosesnya, memperdalam rasa yang ada sehingga bener-bener fokus dengan perubahan yang kita alamin.” Selama masa tersebut, Kartika hampir tidak pernah membagikan foto diri maupun aktivitas pribadinya di media sosial.
Perbedaan Ramadan Setelah Bercadar
Habib Usman kemudian menyoroti perubahan penampilan Kartika dan bertanya mengenai perbedaan pengalaman Ramadan sebelum dan sesudah mengenakan niqab. “Ini sudah berniqab nih, masyaAllah luar biasa. Apa sih perbedaan ramadhan yang lalu sebelum niqab dan sesudah niqab?” tanyanya.
Kartika Putri mengungkapkan bahwa secara esensi, kebahagiaan Ramadan tetap sama. “Bedanya apa ya, mungkin ga ada bedanya tetap bahagia, terharu, nikmat, dan selalu berdoa nyampe dari ramadhan ini ke ramadhan berikutnya,” ujarnya.
Namun, ia mengakui adanya perubahan dalam sikap dan prioritas. “Kalau ditanya bedanya, mungkin sekarang jauh lebih punya malu. Jadi kalo ramadhan dulu masih menerima acara, biasa bulan puasa kan banyak undangan silaturahmi, buka puasa bersama karena mau lebaran fashion show, launching product temen-temen yang lagi berbisnis gitu. Karena sekarang sudah berniqab jadi punya malu, lebih dipilah-pilah,” terang Kartika Putri.
Tantangan Sosial dan Anggapan Publik
Keputusan Kartika Putri untuk bercadar ternyata juga membawa perubahan dalam lingkup pergaulannya. Ia menuturkan, beberapa temannya kini tampak lebih sungkan atau ragu untuk mengajaknya bepergian bersama.
Selain itu, Kartika juga menghadapi berbagai anggapan dari sebagian orang yang menduga keputusannya mengenakan niqab adalah hasil tekanan dari sang suami. “Banyak banget temen-temen yang takut main. Katanya ‘ih si Kartika sekarang ekstrem banget ya’ ‘Wah kajiannya jangan-jangan langsung dituntut shalehah ya’ gitu,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, “Banyak judgemental lagi yang bikin kita kayak ‘ini pasti dipaksa Habib Usman nih’. ‘Jangan-jangan udah di-brainwash’ gitu.” Mendengar hal tersebut, Habib Usman dengan tegas membantah. “Saya tidak pernah memaksa,” sahut sang suami sambil tertawa.









