Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera menyiapkan tempat khusus bagi anak-anak yatim piatu korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Usulan ini disampaikan menyusul banyaknya anak yang kehilangan orang tua akibat bencana tersebut.

“Iya, tentu saja disiapkan suatu penampungan bagi anak-anak yatim piatu korban bencana banjir bandang ini,” kata Ketua LPAI Seto Mulyadi, atau akrab disapa Kak Seto, di Kota Padang pada Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan Kak Seto di sela-sela kegiatan pendampingan psikologis (trauma healing) bagi anak-anak korban banjir bandang di Sekolah Dasar Negeri 07 Kota Padang, Sumatera Barat. Menurutnya, tempat penampungan tersebut harus mampu menciptakan ruang yang aman, kondusif, dan menyenangkan bagi anak penyintas.

Kebutuhan ini mendesak mengingat cukup banyak anak-anak yang kehilangan orang tua akibat sapuan banjir di tiga provinsi terdampak. Salah satu solusi jangka pendek yang dapat ditempuh adalah bekerja sama dengan panti asuhan, sambil menunggu pemerintah menyiapkan tempat khusus permanen bagi anak-anak yatim piatu korban bencana.

  TNI Pastikan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana Tapanuli Selatan Melalui Trauma Healing

Selain itu, LPAI juga menyarankan agar proses pendampingan psikologis dibantu oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Gagasan ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan mental anak-anak pascabencana alam.

“Kita berharap perguruan tinggi juga mengambil peran bagaimana menciptakan lingkungan yang ramah anak sehingga rasa traumatik itu bisa segera hilang,” ujar Kak Seto.

Psikolog kelahiran Klaten, 28 Agustus 1951, itu menambahkan bahwa proses pemulihan mental anak-anak korban banjir cukup beragam, tergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi kesiapan anak, kepribadian, daya resiliensi, intervensi pemerintah, hingga program trauma healing yang dilakukan.

“Jadi, yang penting kita berusaha optimal untuk meminimalkan jumlah korban yang mengalami trauma,” tegasnya.

50% LikesVS
50% Dislikes