Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu malam, 25 Januari 2026, mengumumkan persetujuan Israel untuk membuka kembali secara terbatas Penyeberangan Rafah. Keputusan ini merupakan bagian dari rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza.

Dalam pernyataan resminya di platform X, kantor Netanyahu menegaskan bahwa pembukaan penyeberangan tersebut hanya akan berlaku untuk lintasan pejalan kaki. “Sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump, Israel telah menyetujui pembukaan kembali terbatas Penyeberangan Rafah untuk lintasan pejalan kaki saja, dengan syarat mekanisme pemeriksaan penuh oleh Israel,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Persetujuan ini juga disertai dua syarat krusial lainnya. Israel menuntut “pemulangan semua sandera yang masih hidup dan upaya 100 persen oleh Hamas untuk menemukan serta mengembalikan semua sandera yang telah meninggal.” Selain itu, penyeberangan baru akan dibuka setelah operasi pencarian jenazah prajurit Israel Ran Gvili selesai dilakukan.

Penyeberangan Rafah, yang menjadi jalur vital penghubung Gaza dengan Mesir, telah ditutup sepenuhnya oleh Israel di sisi Palestina sejak Mei 2024. Penutupan ini merupakan bagian dari ofensif militer Israel selama dua tahun di Jalur Gaza. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 71.400 orang sejak Oktober 2023, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

  Pusdalops Sumut Rilis Data Terbaru: 209 Warga Luka, 60 Orang Masih Hilang Akibat Bencana

Sebelumnya, Israel mengaitkan pembukaan kembali sisi Palestina dari penyeberangan tersebut dengan pemulangan jenazah sandera terakhirnya dari Gaza. Penyeberangan Rafah seharusnya dibuka kembali pada Oktober 2025 sebagai fase pertama perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun Israel tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Sejak fase pertama gencatan senjata, faksi-faksi Palestina telah membebaskan 20 sandera Israel dalam keadaan hidup dan mengembalikan jenazah 27 sandera lainnya. Namun, jenazah Ran Gvili masih belum ditemukan hingga saat ini.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran. Pelanggaran-pelanggaran tersebut mengakibatkan kematian sedikitnya 484 warga Palestina dan melukai 1.321 lainnya.

50% LikesVS
50% Dislikes