Influencer Pandu Bone Diduga Tipu Sejumlah UMKM, Tolak Refund Dana Endorse dengan Dalih ‘Itung-itung Visit’

Viral! Pandu Bone Diduga Tipu UMKM, Tolak Refund Duit Endorse: Itung-itung Visit

Seorang influencer TikTok asal Bekasi, Pandu Bone, kini menjadi sorotan publik setelah munculnya berbagai tuduhan dugaan penipuan jasa endorsement dari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Para pengusaha kecil tersebut mengklaim telah melakukan pembayaran penuh, namun promosi yang dijanjikan tak kunjung ditayangkan.

Para korban, yang mayoritas adalah pemilik usaha mikro, mulai menyuarakan keluhan mereka melalui media sosial. Mereka mengunggah bukti transfer dan tangkapan layar percakapan sebagai bentuk protes. Para pelaku UMKM ini merasa frustrasi karena janji promosi tidak kunjung ditepati, meskipun dana sudah masuk ke rekening sang influencer sejak beberapa bulan lalu secara utuh tanpa potongan.

Tuduhan Penipuan dan Keluhan Korban

Salah satu pemilik usaha melaporkan telah mengirimkan uang sebesar Rp2 juta pada bulan Desember 2025, namun konten video yang dijanjikan belum juga diunggah hingga saat ini. Upaya penagihan yang dilakukan oleh pihak UMKM kabarnya tidak mendapatkan respons positif dan justru berakhir dengan pemblokiran akun media sosial milik para korban secara sepihak.

Korban lainnya, seorang penjual bakso mie ayam di wilayah Cikarang, turut membagikan pengalaman pahitnya. Ia menyebutkan bahwa selain konten yang tidak kunjung tayang, ia juga menerima perlakuan yang dianggap merendahkan martabatnya sebagai pelaku usaha kecil saat mencoba menagih janji promosi yang sudah lewat.

Kasus lain melibatkan pembayaran sebesar Rp16 juta untuk dua kali posting promosi acara pembukaan besar di daerah Tarum Barat. Kasus ini juga berakhir dengan ketidakpastian. Menurut keterangan korban, baru satu konten video yang berhasil diunggah, sementara nasib sisa pembayaran lainnya masih belum menemui titik terang.

Beberapa pemilik UMKM mengaku sudah mendatangi kediaman influencer tersebut lebih dari lima kali untuk meminta kejelasan mengenai pengembalian dana mereka yang tertahan. Namun, mereka mengaku tidak mendapatkan hasil apa pun dan justru mendapatkan respons kemarahan dari pihak keluarga influencer saat mereka datang berkunjung untuk menagih janji itu.

Tanggapan Pandu Bone dan Pembelaan Diri

Dalam unggahan ceritanya, Pandu Bone memberikan tanggapan mengenai alasannya tidak mengembalikan uang tersebut. Ia menuliskan kalimat sebagai berikut, “Tujuan gw mau bikin kesel dia aja, wkkw. Wkwkw yg gokil lg sampe ke rmh gw. Ga gw balikin duitnya Itung2 visit.”

Selanjutnya, Pandu Bone juga sempat mengutarakan pembelaan dirinya terkait etika dalam berbisnis saat ia sedang menghadapi masalah pribadi di rumah sakit melalui media sosial. “orang lg kena musibah anjg, awal yg bikin gw kesel itu doang si. Penting adab bang,” tulis influencer asal Bekasi tersebut.

Pandu Bone juga mengklaim bahwa dirinya sebenarnya berniat membantu pemilik usaha tersebut dengan memberikan potongan harga yang sangat signifikan dari tarif normalnya. “gw niat ngebantu awalnya endorse 15 jt, jadi 1 jt. Paling sedih ketika sakit, orang ngeburu-buruin sama ganpunya adab padahal jelas gw sakit,” pungkasnya.

Reaksi Publik dan Tuntutan Profesionalitas

Reaksi publik di media sosial sangat beragam, namun mayoritas mengecam tindakan sang influencer yang dianggap tidak profesional dalam menjalankan bisnis jasa tersebut. “minimal klo ada malu.. balikin tuh uang minta maaf.. uang sejuta aja begitu banget, followers doang gede.. minim adab, sad,” tulis salah satu akun netizen.

Komentar lain datang dari netizen dengan nama pengguna @yess_t****_*e yang menyoroti perihal tarif tinggi yang dipasang oleh sang konten kreator di wilayah Bekasi tersebut. “even gw punya duit pun ogah endorse konten kreator modelan kek gitu 15jt. Terus visit harusnya 3jt katanya. Idiihh,” timpal yang lain.

Pengguna lainnya bernama @liis_** juga turut memberikan pandangannya mengenai sikap keras sang influencer yang secara terang-terangan menolak untuk mengembalikan uang klien. “dia bilang ga akan di balikin uangnya brti apa ka..? kok ada ya orang begitu,” tulis warganet yang geram. Selain itu, terdapat juga netizen yang mulai menyuarakan gerakan untuk melakukan boikot terhadap seluruh akun media sosial milik Pandu Bone sebagai bentuk sanksi sosial. “boikot aja anjir wkwkw,” tambah komentar yang lain.

Beberapa bukti yang diunggah menunjukkan adanya alasan-alasan yang diberikan oleh sang influencer, mulai dari masalah kesehatan hingga urusan perceraian pribadi yang sedang dialami. Namun, para pelaku UMKM tetap menuntut profesionalitas kerja karena mereka telah mengeluarkan modal yang cukup besar untuk usaha kecil mereka di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda pengembalian dana atau penyelesaian masalah secara kekeluargaan antara pihak influencer Pandu Bone dengan para pemilik usaha yang merugi.