Pemerintah Indonesia berhasil mengakuisisi aset berupa hotel dan lahan di kawasan strategis Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia. Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid berharap fasilitas tersebut dapat beroperasi sepanjang tahun, tidak hanya terbatas pada musim haji.
“Kawasan ini idealnya tidak hanya aktif pada musim haji, tetapi juga berfungsi sepanjang tahun bagi jamaah umrah agar manfaatnya maksimal, bermaslahat, dan menguntungkan bagi semua pihak terkait,” kata Hidayat di Jakarta, Senin.
Hidayat juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Indonesia melalui Danantara dalam memenangi lelang aset tersebut. Ia berharap hotel yang diakuisisi dapat mulai digunakan oleh jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Selama ini, sebagian jemaah haji Indonesia masih menempati hotel musiman dengan fasilitas terbatas. Kondisi ini membuat Hotel Novotel Thakher, yang kini diakuisisi Pemerintah RI, dinilai layak dan memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari layanan akomodasi jemaah.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi kemenangan pemerintah Indonesia dalam lelang kepemilikan aset di Arab Saudi tersebut. Prasetyo menyatakan, CEO Danantara Rosan Roeslani telah melaporkan keberhasilan ini dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun.
“Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita sekarang memiliki hotel sendiri di Makkah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, keberhasilan Indonesia memiliki hotel dan aset lahan di Arab Saudi ini merupakan buah dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Diplomasi tersebut disebut telah membuka jalan perubahan kebijakan kepemilikan aset asing di Arab Saudi.
