Ganggu Ketenangan Ramadan, 14 Remaja Pembunyi Petasan di Bolo Diamankan dan Dibina Petugas Gabungan

Suasana tenang usai salat Subuh di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, sempat terusik oleh dentuman petasan yang dibunyikan sekelompok remaja. Keresahan warga ini direspons cepat oleh personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP Kecamatan Bolo pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Dalam operasi pengamanan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA, 14 remaja kedapatan bermain mercon di sepanjang jalan lintas Bima – Dompu. Patroli ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Bolo, AKP Nurdin, dengan menyasar titik-titik kumpul anak muda di sekitar masjid dan jalan raya.

Petugas Kedepankan Pembinaan

AKP Nurdin menjelaskan tujuan operasi tersebut. “Kami melakukan penggeledahan terhadap kelompok remaja yang nongkrong di sepanjang jalan. Tujuannya jelas, mencegah gangguan bunyi petasan yang dapat mengganggu kekhusyukan warga yang sedang beribadah maupun beristirahat usai Subuh,” ujarnya.

Keempat belas remaja yang terjaring kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Polsek Bolo. Namun, alih-alih diberikan sanksi berat, petugas memilih pendekatan pembinaan. Proses ini melibatkan Camat Bolo, Ketua PHBI, serta orang tua atau wali dari masing-masing remaja.

Dalam sesi pembinaan, Kapolsek, Camat, dan Ketua PHBI menyampaikan pesan-pesan moral dan edukasi mengenai dampak buruk bermain petasan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Para remaja juga diminta membuat surat pernyataan tertulis sebagai komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan mereka.

Setelah seluruh proses pembinaan selesai, para remaja tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pengawasan lebih lanjut di lingkungan keluarga dan mencegah terulangnya kejadian serupa.