Tim panahan Indonesia berhasil menutup tahun 2025 dengan gemilang, meraih enam medali emas dan dua perunggu, sekaligus menyandang status juara umum cabang panahan pada SEA Games 2025 di Thailand. Prestasi puncak ini merupakan buah dari serangkaian program pembinaan berjenjang yang dijalankan oleh Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) sepanjang tahun.
Sepanjang 2025, PB Perpani fokus pada penguatan sistem pembinaan panahan nasional. Program tersebut mencakup keikutsertaan atlet pada ajang internasional, penguatan kompetisi nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelatih dan wasit. “Kami percaya bahwa kemajuan panahan Indonesia tak hanya sebatas menjadi juara. Namun juga proses penguatan yang konsisten dan berkesinambungan dari mulai kompetisi usia dini hingga kemampuan pelatih dan wasit,” demikian pernyataan PB Perpani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/12/2025).
Perjalanan Pembinaan Sepanjang 2025
Rangkaian kegiatan PB Perpani dimulai pada April 2025. Delapan pemanah recurve dikirim untuk mengikuti Hyundai World Archery Stage 1 di Auburndale, Florida, Amerika Serikat. Tim putra diwakili Ahmad Khoirul Baasith, Gusti Fazli Kertinegoro, Alviyanto Bagas Prastyadi, dan Riau Ega Agata Salsabilla. Sementara itu, sektor putri diperkuat Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, Syifa Nurafifah Kamal, dan Fathiyya Erista Maharani. Dalam kejuaraan tersebut, tim Indonesia menempati peringkat delapan pada nomor recurve beregu dan beregu campuran, serta peringkat sembilan pada nomor recurve beregu putri.
Pada Mei, PB Perpani menyelenggarakan pelatihan wasit panahan tingkat nasional 2025 di Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti 61 wasit dari 23 provinsi, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas perwasitan panahan nasional.
Juni menjadi bulan yang produktif dengan dua agenda besar. Tim panahan recurve dan compound Indonesia tampil pada Asia Cup di Singapura, berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Medali emas diraih dari nomor recurve beregu putri yang diperkuat Ayu Mareta Dyasari, Rezza Octavia, dan Diananda Choirunisa, serta recurve beregu campuran melalui pasangan Arif Pangestu dan Ayu Mareta Dyasari. Diananda Choirunisa menyumbangkan medali perak dari nomor recurve perseorangan putri, sementara perunggu diraih Yurike Nina Bonita Pereira dari nomor compound perseorangan, serta compound beregu campuran melalui pasangan Prima Wisnu Wardhana dan Nurisa Dian Ashrifah. Masih pada bulan yang sama, Kejurnas Panahan Junior di Kudus, Jawa Tengah, mencatat rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah dengan diikuti 876 pemanah dari 28 provinsi.
Memasuki Juli, pemanah compound Indonesia mengikuti Hyundai Archery World Cup Stage 4 di Madrid, Spanyol, di mana tim compound putri Indonesia mampu melaju hingga empat besar. Selain itu, PB Perpani juga menyelenggarakan pelatihan pelatih panahan tingkat nasional 2025 di Karawaci, Tangerang, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Pada Agustus, tim junior panahan Indonesia berkompetisi pada World Archery Youth Championship di Winnipeg, Kanada, sebagai bagian dari program pembinaan atlet usia muda. September menjadi catatan penting ketika Diananda Choirunisa berhasil menembus empat besar nomor recurve pada Hyundai World Archery Championship atau Kejuaraan Dunia. Pada periode yang sama, PB Perpani menghadiri Kongres Panahan Dunia ke-56 bersama perwakilan dari sekitar 150 negara. PB Perpani juga bekerja sama dengan Kemenpora menggelar pelatihan pelatih panahan level utama nasional di Surabaya.
Oktober diisi dengan WSS Kejurnas Umum Panahan Bali 2025 di Denpasar, yang diikuti 409 atlet dari 22 provinsi. Ini menjadi salah satu agenda nasional utama PB Perpani pada 2025. Pada November, empat pemanah nasional dari nomor recurve dan compound mengikuti Asia Archery Championship 2025 sebagai ajang uji coba terakhir sebelum SEA Games. PB Perpani juga bekerja sama dengan Kemenpora menyelenggarakan pelatihan pelatih panahan tingkat madya nasional di Jakarta, yang diikuti 30 peserta dari 26 provinsi.
Menjelang akhir tahun, Desember menjadi saksi Kejurnas Antarklub MilkLife Archery Challenge di Kudus, Jawa Tengah, yang diikuti 1.395 pemanah dari 116 klub.
Puncak Prestasi di SEA Games Thailand
Puncak capaian panahan Indonesia terjadi pada SEA Games 2025 Thailand. Tim panahan nasional meraih enam medali emas dan dua perunggu, sekaligus memastikan status juara umum cabang panahan di pesta olahraga dua tahunan terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Enam medali emas tersebut diraih dari:
- Nomor compound perseorangan putri oleh Nurisa Dian Ashrifah.
- Nomor compound beregu putri oleh Nurisa Dian Ashrifah, Ratih Zilizati Fadhly, dan Yurike Nina Bonita Pereira.
- Nomor recurve perseorangan putri oleh Diananda Choirunisa.
- Nomor recurve perseorangan putra oleh Riau Ega Agata Salsabilla.
- Nomor recurve beregu putra oleh Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, dan Riau Ega Agata Salsabilla.
- Nomor recurve beregu putri oleh Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia.
Sementara itu, dua medali perunggu berhasil disumbangkan dari nomor compound beregu campuran melalui Nurisa Dian Ashrifah dan Prima Wisnu Wardhana, serta recurve beregu campuran oleh Ayu Mareta Dyasari dan Riau Ega Agata Salsabilla.
“Terima kasih untuk semua insan panahan di Tanah Air yang terus mendukung, berkontribusi, dan memberi masukan selama 2025. Semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih cerah untuk panahan Indonesia,” tutup PB Perpani.
