Dwi Sasetyaningtyas, alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Februari 2026. Permintaan maaf ini menyusul kontroversi yang dipicu oleh pernyataannya dalam sebuah video vlog yang dianggap merendahkan status kewarganegaraan Indonesia.
Kontroversi Pernyataan Paspor WNA
Nama perempuan yang akrab disapa Tyas ini mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah video vlognya yang memperlihatkan proses penerimaan dokumen kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya viral. Dalam rekaman tersebut, Tyas melontarkan kalimat yang memicu kemarahan publik.
Related Post
“Cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” katanya saat itu.
Pernyataan tersebut sontak menuai hujatan dari warganet. Tyas dituding sebagai “lintah pajak” dan “pengkhianat bangsa”, mengingat statusnya sebagai alumni LPDP yang dibiayai oleh uang rakyat. Setelah sempat membela diri dan tidak terima dikritik, ia akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka.
Profil Dwi Sasetyaningtyas
Dwi Sasetyaningtyas merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Sarjana Teknik Kimia angkatan 2009. Ia kemudian melanjutkan pendidikan program Master di Delft University of Technology, Belanda, pada tahun 2015 hingga 2017 melalui beasiswa penuh LPDP.
Tyas dikenal sebagai seorang pengusaha dan pegiat lingkungan. Ia telah mendirikan sejumlah inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan, antara lain:
- Founder Sustaination – Platform yang fokus pada gaya hidup lestari.
- Founder Cerita Kompos – Gerakan edukasi pengolahan sampah organik.
- Founder Bisnis Baik Club – Komunitas pengembangan bisnis berkelanjutan.
Kontribusi untuk Indonesia
Selama sembilan tahun sejak kelulusannya pada tahun 2017 hingga 2026, Tyas tercatat aktif dalam berbagai program sosial dan lingkungan di Indonesia. Beberapa kontribusinya meliputi:
- Mengembangkan business model framework energi surya di Pulau Sumba yang kemudian diadopsi oleh berbagai negara.
- Menanam lebih dari 10.000 pohon bakau di berbagai pesisir Indonesia.
- Membantu lebih dari 200 ibu rumah tangga berpenghasilan dari rumah melalui pelatihan bisnis online.
- Menginisiasi pelatihan mengompos gratis melalui kanal YouTube dan Instagram.
- Menulis dua buku bertema gaya hidup lestari untuk anak-anak dan dewasa, yaitu Sustaination (2020) dan Ramuan Ajaib Penyelamat Negeri: Petualangan Rima & Rimba (2021). Satu buku lagi, Ensiklobumi, akan segera terbit pada tahun 2026.
- Merenovasi sekolah di Pulau Sumba, NTT, melalui donasi produk yang dijualnya.








