PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berjalan lancar dan terkendali. Layanan penyeberangan antarpulau terpantau stabil, dengan pergerakan kendaraan didominasi oleh truk logistik dan bus, menjaga distribusi barang nasional tetap terjaga.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan, kondisi ini menunjukkan efektivitas manajemen arus balik pasca-puncak liburan. “Arus balik Natal dan Tahun Baru 2025/2026 terpantau lancar terkendali. Kami mencatat layanan penyeberangan antarpulau berlangsung relatif landai, dengan pergerakan kendaraan masih didominasi truk logistik dan angkutan bus,” kata Heru di Jakarta, Sabtu (3/1).

Pergerakan Logistik Tetap Aktif

Heru menambahkan, dominasi truk logistik menegaskan bahwa distribusi barang nasional tetap berjalan stabil meskipun fase puncak libur telah berlalu. Pada Jumat (2/1) atau H+8 Nataru, tercatat 2.463 unit truk logistik dan 288 unit bus menyeberang dari Sumatera menuju Jawa.

Angka tersebut menunjukkan aktivitas distribusi yang tetap aktif hingga akhir masa liburan. Heru menilai, tren ini juga mengindikasikan bahwa arus balik masyarakat berlangsung bertahap dan terukur, tanpa lonjakan signifikan yang berpotensi menimbulkan kepadatan di pelabuhan.

  Polisi Intensif Selidiki Penusukan di Mampang, Pelaku Diduga di Bawah Pengaruh Alkohol

“Pergerakan arus balik kami pantau cukup landai, dengan tren peningkatan pada kendaraan logistik dan bus. Ini menunjukkan distribusi barang tetap berjalan aktif, sementara mobilitas masyarakat banyak menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah truk logistik yang menyeberang pada H+8 meningkat 9,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada angkutan bus sebesar 6,7 persen.

Namun, secara agregat, total kendaraan dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu tercatat 7.420 unit, atau turun 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Jumlah penumpang mencapai 30.617 orang, turun tipis 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tren Pergerakan dari Jawa ke Sumatera

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, pada lintasan sebaliknya, yakni Jawa menuju Sumatera, tren pergerakan juga mulai melandai seiring berakhirnya fase puncak mobilitas libur. Jumlah truk logistik tercatat 955 unit atau turun 46,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah bus mencapai 338 unit atau turun 4 persen.

  Persebaya Umumkan Perekrutan Pedro Matos, Enam Pemain Dilepas Jelang Putaran Kedua BRI Super League

Total penumpang dari Jawa ke Sumatera tercatat 30.302 orang atau turun 10,3 persen, dengan total kendaraan 5.791 unit atau menurun 21,3 persen. Menurut Windy, penurunan ini mencerminkan kembalinya pola perjalanan ke kondisi yang lebih normal pasca-libur panjang.

Optimalisasi Layanan dan Koordinasi

Untuk menjaga kelancaran layanan, ASDP terus mengoptimalkan kesiapan operasional. Sebanyak 786 petugas disiagakan, dengan pengoperasian 28 kapal pada kondisi normal serta penambahan hingga 33 kapal saat kondisi sangat padat. Penerapan delaying system juga dilakukan guna mengendalikan arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan di area pelabuhan.

Koordinasi lintas pemangku kepentingan diperkuat, termasuk dengan BMKG, KSOP, dan BPTD, guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan optimal, terutama di tengah dinamika cuaca dan pergerakan kendaraan yang masih fluktuatif.

Terkait akses menuju Pelabuhan Ciwandan yang sempat tergenang sejak Jumat malam (2/1) akibat curah hujan tinggi, ASDP menyampaikan kondisi saat ini telah berangsur pulih dan kembali terkendali. Pelayanan penyeberangan tetap berjalan melalui Pelabuhan Merak untuk penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan I hingga VII. Sementara kendaraan logistik besar golongan VIII dan IX masih dialihkan melalui Pelabuhan BBJ sebagai bagian dari pengaturan operasional.

  Asep Dendih: "Tiga Sekolah Terdampak Longsor Cisarua Belajar Daring hingga 6 Februari 2026"

Data Kumulatif Nataru

Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada periode H-10 hingga H+8 tercatat 688.455 orang atau naik 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total kendaraan 150.736 unit atau turun 6,4 persen.

Sementara arus dari Sumatera ke Jawa melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 607.767 penumpang atau naik 0,4 persen, dengan total kendaraan 151.367 unit atau meningkat 3,4 persen.

ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menjaga layanan yang aman, lancar, dan terkendali, guna memastikan stabilitas logistik nasional serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi pasca-libur panjang.

50% LikesVS
50% Dislikes