Aktor senior Diding Boneng tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Radjak, Salemba, Jakarta Pusat, akibat penyakit asma yang dideritanya. Kondisi kesehatan pemeran film “Warkop DKI” ini menjadi sorotan setelah ia mengungkapkan riwayat penyakitnya kepada awak media pada Sabtu (21/2/2026).
Diding Boneng Ungkap Riwayat Asma dan Pemicunya
Diding Boneng menjelaskan bahwa ia baru menyadari mengidap asma setelah mengalami sesak napas pasca-syuting film pada tahun 2019. Ia menduga kuat bahwa kebiasaan merokok di masa lalu, ditambah paparan asap buatan yang kerap digunakan dalam adegan film bergenre horor, menjadi pemicu utama kambuhnya penyakit tersebut.
Related Post
“Dulu aku perokok berat. Setelah berhenti malah muncul asma. Waktu syuting banyak adegan pakai asap, siang malam kena asap,” ungkap Diding, menjelaskan faktor-faktor yang ia yakini memperburuk kondisinya.
Ia menambahkan, pada tahun 2019 saat syuting di Yogyakarta, dirinya sempat dirawat selama beberapa hari. Setelah kembali ke Jakarta, barulah ia didiagnosis menderita asma.
Kondisi Membaik dan Kerinduan di Bulan Ramadan
Setelah dirawat selama tiga hari empat malam, Diding Boneng mengaku kondisinya mulai menunjukkan perbaikan signifikan berkat perawatan medis dan obat-obatan yang diberikan pihak rumah sakit. Ia juga merasa terbantu secara finansial karena biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS.
Di tengah masa pemulihan, Diding Boneng tak menampik kerinduannya terhadap keluarga dan rekan-rekan sejawatnya. Namun, ia memahami jika tidak banyak yang bisa menjenguk, terutama karena saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Yang penting doanya saja. Bulan puasa kan banyak yang harus dilakukan, sahur, berbuka, tarawih,” ujarnya, berharap doa dari jauh agar bisa segera pulih dan kembali beraktivitas.
Aktor yang dikenal dekat dengan komunitas teater ini juga mengungkapkan bahwa keluarganya menyebut ia sosok yang mandiri dan tidak merepotkan selama dirawat. Kendati demikian, keluarga masih menanti hasil pemeriksaan lanjutan karena kondisi darah Diding masih fluktuatif, sehingga dokter belum dapat memastikan kapan ia diperbolehkan pulang.








