BULOG Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, berhasil menyerap total 12,1 ton jagung dan gabah dari petani setempat selama triwulan pertama tahun 2026. Penyerapan ini berlangsung dari periode Januari hingga April 2026, menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah tersebut.
Kepala Gudang Bulog Kabupaten Bengkulu Utara, Vantho Yudistira, menjelaskan rincian penyerapan tersebut. “Serapan gabah dan jagung masih terus di lakukan dan secara teknis mekanisme penyerapan masih sama seperti pada 2025 lalu,” kata Vantho di Bengkulu, Kamis (07/05/2026).
Menurut data yang disampaikan Vantho, serapan jagung pada periode tersebut mencapai 4,4 ton, sementara gabah tercatat sebesar 7,7 ton. Total keseluruhan penyerapan kedua komoditas ini mencapai 12,1 ton.
Standar Kualitas dan Harga Penyerapan
Bulog menetapkan standar kualitas dan harga yang berlaku untuk penyerapan komoditas ini. Untuk jagung, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Syaratnya, jagung harus memiliki kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin tidak melebihi 50 parts per billion (ppb).
Sementara itu, untuk gabah, Bulog membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram. Gabah yang diserap harus memenuhi syarat tidak boleh basah dan harus bersih dari kotoran.
Vantho menambahkan bahwa penerapan standar kualitas ini menjadi faktor penting dalam proses penyerapan. “Penerapan standar kualitas ini disebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi serapan terutama terkait kadar air dan kualitas hasil panen petani,” imbuhnya.
Dinamika Produksi dan Optimasi Penyerapan
Selain standar kualitas, dinamika produksi dan distribusi hasil panen juga turut mempengaruhi laju masuknya komoditas ke gudang Bulog. Meskipun demikian, Bulog menegaskan akan terus mengoptimalkan penyerapan, terutama seiring dengan masuknya musim panen berikutnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, Bulog Kabupaten Bengkulu Utara berhasil menyerap hasil giling gabah sebanyak 78.600 kilogram dan jagung pakan sebesar 8.259 kilogram.
