Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan terus berupaya keras menyekat jalur api guna mencegah meluasnya kebakaran lahan di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh. Api yang kini telah membakar area seluas 10 hektare tersebut dilaporkan mengancam permukiman warga yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian.

Fokus Penyekatan dan Modifikasi Cuaca

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronald, menjelaskan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah penyekatan arah penjalaran api. “Saat ini fokus penanganan lebih ke penyekatan arah penjalaran api yang mengarah ke lokasi prioritas penyelamatan, seperti pemukiman atau wilayah perkebunan milik masyarakat,” ujar Teuku Ronald kepada wartawan di Meulaboh pada Kamis (22/1).

Penyekatan jalur api, atau yang dikenal sebagai sekat bakar (firebreak), merupakan metode krusial dalam pengelolaan kehutanan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Metode ini bertujuan menciptakan penghalang fisik dengan menghilangkan bahan bakar seperti vegetasi dan ranting kering hingga mencapai tanah mineral, sehingga dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran api.

  Di Balik Tetesan Air Langit: Mengungkap Fakta-Fakta Hujan yang Jarang Diketahui Publik

Dengan adanya sekat bakar, BPBD berharap laju api dapat diperlambat, mempermudah upaya pemadaman yang masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Penyekatan ini juga diharapkan dapat mengurangi dampak kerusakan, melindungi keanekaragaman hayati, tanah, serta infrastruktur di area terdampak.

Untuk mengatasi situasi yang semakin meluas, Teuku Ronald mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Harapannya, OMC dapat meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah tersebut, sehingga membantu memadamkan api yang telah membakar lahan seluas 10 hektare.

Ronald juga menekankan pentingnya intervensi percepatan pembasahan lahan (rewetting) secara masif. Langkah ini dinilai efektif untuk mematikan bara api yang mungkin berada di kedalaman gambut, area yang sulit dijangkau oleh semprotan air manual.

50% LikesVS
50% Dislikes