Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan pada Minggu, 4 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir, serta gelombang tinggi di perairan.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, menjelaskan, secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Minggu pagi akan rata-rata berawan di seluruh wilayah. Memasuki siang dan sore hari, cuaca diprediksi berawan dengan potensi hujan intensitas ringan di beberapa daerah, termasuk Dairi dan Karo.
Sementara pada malam hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, seperti Humbang Hasundutan, Karo, Samosir, Simalungun, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Pada dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih akan terjadi, khususnya di wilayah Langkat dan sekitarnya.
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 14 hingga 30 derajat Celcius, dengan kelembapan 77 hingga 99 persen. Angin akan berhembus dari Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 4 hingga 12 kilometer per jam.
Afriza menegaskan, “Waspada hujan ringan hingga sedang yang terjadi dengan durasi lama di pegunungan, lereng timur, lereng barat dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis berupa longsor dan juga banjir.”
Selain itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Indah Riandiny, menambahkan bahwa sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi dilanda gelombang tinggi. Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi pada 4 hingga 6 Januari 2026.
Kondisi gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Timur Kepulauan Nias. Pola angin di wilayah perairan Sumatera bagian Utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Timur Laut dengan kecepatan 6 sampai 26 knot.
