Bursa Efek Indonesia (BEI) secara ketat memantau pola pergerakan harga saham enam emiten yang terindikasi mengalami aktivitas pasar tidak wajar (Unusual Market Activity/UMA). Pemantauan ini dimulai sejak Senin, 19 Januari 2026, menyusul kenaikan harga saham yang dianggap di luar kewajaran.

Keenam emiten yang menjadi perhatian BEI adalah PT Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE), PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV), PT Inter Delta Tbk (INTD), PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA), PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA), dan PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI). Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap investor, khususnya pemegang saham dari emiten-emiten tersebut.

Manajemen BEI menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

Terkait PT Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE), emiten pertambangan ini terakhir menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 9 Januari 2026. BEI menyatakan sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. “Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BLUE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” lanjut BEI.

  BEI Jelaskan Alasan Free Float Saham RI Belum Sepenuhnya Sesuai Metodologi MSCI

Data pasar menunjukkan, saham BLUE melonjak 22,88% ke harga Rp5.075 per saham pada perdagangan terakhir. Dalam sebulan terakhir, saham BLUE telah naik 69,17%, sementara secara year to date (YTD) kenaikannya mencapai 58,59%.

BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten jika belum disetujui RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain BLUE, BEI juga memberikan perhatian khusus pada saham PT Inocycle Technology Group Tbk. (INOV) karena volatilitas transaksi yang tidak wajar. Informasi terakhir mengenai INOV adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 Januari 2026. Saham perusahaan tekstil ini naik 34,43% ke level Rp246 pada perdagangan kemarin. Dalam periode bulanan dan YTD, saham INOV terpantau naik 90,70%.

PT Inter Delta Tbk (INTD) juga menjadi sorotan BEI akibat transaksi tidak wajar, meskipun perseroan telah mempublikasikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 19 Januari 2026. Sepanjang perdagangan kemarin, INTD naik 13,33% ke level Rp340 per saham. Dalam sebulan terakhir, sahamnya naik 58,88% dan secara YTD naik 54,55%.

  BPBD Aceh Barat Sekat Jalur Api, Kebakaran Lahan 10 Hektare Ancam Permukiman Warga

Bursa turut menyoroti perdagangan saham PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA). Emiten ini terakhir melaporkan keterbukaan informasi pada 7 Januari 2026 perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek. Saham IDEA naik 3,25% kemarin, dan telah naik masing-masing 63,92% selama sebulan serta YTD.

Terakhir, BEI juga memantau pergerakan saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) dan PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI) karena kenaikan harga di luar kewajaran. ZATA sebelumnya telah melaporkan penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS pada 13 Januari 2026, sementara ESTI menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 Januari 2026.

50% LikesVS
50% Dislikes