Empat desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda banjir pada Minggu, 22 Februari 2026. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 21 Februari 2026, menyebabkan ratusan rumah terendam dan sejumlah fasilitas umum terganggu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Muhammad Nurul Huda, menjelaskan bahwa empat desa yang terdampak adalah Labuan Kananga, Kawinda Nae, Rasabou, dan Oi Panihi.
Related Post
Dampak Terparah di Labuan Kananga
Di Desa Labuan Kananga, ketinggian air mencapai 10 hingga 70 sentimeter. Sebanyak 140 unit rumah terendam banjir yang tersebar di tiga dusun, yaitu Dusun Sarae (51 KK), Dusun Mada Oi (22 KK), dan Dusun Na’e (67 KK).
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga ikut tergenang. Dua unit fasilitas pendidikan, yakni SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga, serta satu unit Masjid At-Taqwa, satu unit kantor Desa Labuan Kananga, dan satu unit pasar, tidak luput dari genangan air.
Akses jalan provinsi di Desa Labuan Kananga juga tergenang air bercampur lumpur, mengakibatkan kemacetan kendaraan. Muhammad Nurul Huda memastikan, “Saat ini banjir sudah mulai surut dan warga melakukan pembersihan lumpur dan sampah serta tidak ada pengungsian akibat banjir tersebut.” Pendataan lahan pertanian dan infrastruktur umum yang terdampak masih dalam proses.
Kerusakan di Desa Lain
Di Desa Kawinda Na’e, ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter, merendam 20 unit rumah. Bahu jalan di desa ini terkikis dan terbawa arus air, menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan. Sebuah pohon berukuran besar juga tumbang di Jalan Raya Lintas Tambora-Kore Desa Kawinda Na’e, menghambat arus lalu lintas.
Sementara itu, Desa Rasabou mencatat ketinggian air 10 hingga 30 sentimeter, dengan 44 unit rumah terendam banjir. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Oi Panihi, di mana ketinggian air mencapai 10 hingga 30 sentimeter. Di desa ini, akses ruas jalan provinsi mengalami kerusakan, sangat rawan mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas.










