Ayah Nizam: “Istri Saya Tipikal Perempuan Tidak Baik” di Balik Kasus Kematian Remaja Sukabumi

Sifat Asli Ibu Tiri Nizam Syafei Dibongkar! Kerja di Depag tapi Perempuan Tidak Baik

Anwar Satibi, ayah kandung Nizam Syafei (12), remaja asal Sukabumi yang diduga meninggal dunia akibat penganiayaan, membongkar fakta mengejutkan tentang sifat asli istrinya yang kini menjadi tersangka. Dalam sebuah siniar bersama Denny Sumargo, Anwar menyebut ibu tiri Nizam sebagai “tipikal perempuan yang tidak baik” meski bekerja di lingkungan Departemen Agama.

Pengakuan Anwar ini menguak jejak kekerasan dalam rumah tangga yang telah berlangsung lama. Ia secara jujur mengakui telah mengetahui karakter istrinya sebelum memutuskan untuk menikahinya.

Latar Belakang Istri yang “Tidak Baik”

“Istri saya itu tipikal perempuan yang tidak baik. Sebelum nikah sama saya, saya jujur bukan membuka aib. Mohon maaf udah sering, udah, udah begitulah,” ungkap Anwar dalam siniar tersebut, tanpa merinci lebih lanjut maksud dari “tidak baik” tersebut.

Meski demikian, Anwar tetap menikahi perempuan berstatus janda yang sebelumnya pernah menikah dengan seorang anggota kepolisian itu. Keputusan ini diambil atas saran ayah angkatnya yang melihat potensi stabilitas finansial dari calon istri.

“Saya nanya ke ayah, justru ini saya berharap untuk kebaikan anak saya yang lebih baik. Gitu kata ayah waktu itu. ‘Jang, kalau ayah lihat, Bu Teni lah kalau Ujang mau rumah tangga serius. Dia sudah dewasa. Terus sekalipun Ujang enggak ada kerja, misal lagi nganggur, dia udah kerja enggak terlalu memberatkan ke suami katanya kan gitu’,” kenang Anwar menirukan nasihat ayah angkatnya.

Anwar berharap pendidikan agama istrinya dapat membimbing anaknya. Namun, harapan itu pupus. “Pada nyatanya, saya jangankan gajinya, struk gajinya pun saya enggak tahu. Demi Allah Rasulullah pada nyatanya ya,” ujarnya.

Perhatian Palsu Sebelum Menikah

Sebelum menikah, Anwar mengaku sempat terbuai dengan perhatian besar yang ditunjukkan istrinya kepada Nizam. “Dan akhirnya saya memutuskan menikahi orang itu karena memang perlakuan dia pun sangat perhatian waktu itu, Bang. Baik, baik, baik. Jadi waktu itu ke si Raja beli tas, beli buku, beli seragam anak saya sebelum dinikahin,” ungkap Anwar.

Namun, perhatian tersebut rupanya hanya kamuflase. Setelah resmi menjadi istri, sifat asli mulai tampak dan Nizam justru menjadi sasaran kekerasan.

Bekerja di Lingkungan Departemen Agama

Fakta bahwa ibu tiri Nizam bekerja di lingkungan Departemen Agama (Depag) menjadi sorotan tersendiri. Institusi yang identik dengan nilai-nilai keagamaan dan moralitas ini ternyata mempekerjakan seseorang yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap anak.

“Sekalipun dia di Depag, di Departemen Agama kerjanya, basicnya background-nya di agama. Saya tahu karena saya yang menjalani ini semua,” tegas Anwar. Ia menyayangkan perilaku istrinya yang jauh dari nilai-nilai agama.

Sikap Membela Anak Angkat

Selain masa lalu yang kelam, Anwar juga mengungkapkan kejanggalan lain dalam sikap istrinya. Perempuan itu dinilai terlalu membela anak angkatnya yang berdarah Arab, sementara Nizam selalu menjadi korban.

“Jadi, pantesan selama ini kalau dia berantem sama anak saya, membelanya benar-benar. Oh, ada indikasi pemikiran saya jadi bisa ke sana. Dugaannya jadi ke mana-mana gitu,” ungkap Anwar.

Anak angkat tersebut, yang kini berusia kelas 3 SMA, disebut memiliki rekam jejak buruk mulai dari mencuri handphone, mencuri motor, mabuk, hingga menyimpan film-film dewasa di ponselnya. Meski demikian, ibu tiri Nizam selalu membela remaja tersebut setiap kali terjadi konflik dengan Nizam.

Laporan Kekerasan yang Berakhir Damai

Anwar juga mengungkapkan bahwa setahun sebelum kematian Nizam, ia pernah melaporkan istrinya ke polisi terkait tindak kekerasan terhadap anaknya. Saat itu, Nizam disiksa oleh anak angkatnya menggunakan kayu hingga babak belur.

“Itu pun gara-gara berantem sama anak itu. Anak angkatnya. Pas mau sekolah dibonceng. Jadi bukan di rumah, di sisinya, Bang. Ada pemakaman terus ada jalan ke arah sana dibawa ke situ ke tempat yang jauh ke mana-mana. Di situlah disiksanya anak saya. Pakai kayu. Menurut pengakuan anak saya pakai kayu. Oh, badannya lebam-lebam semua,” kenang Anwar.

Laporan tersebut akhirnya berakhir dengan mediasi setelah istrinya bersumpah akan bertobat. “Dia sujud ke saya jangan lapor, mama mau tobat,” ujar Anwar. Namun, janji tobat itu hanya berlangsung sementara, hingga setahun kemudian tragedi yang lebih mengerikan menimpa Nizam.