Atap gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) 4 Muhammadiyah Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung pada Selasa pagi (12/5). Insiden tragis ini mengakibatkan delapan orang, terdiri dari tujuh siswa dan satu guru, mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Para korban segera dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen, untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Beberapa siswa yang mengalami luka ringan mendapatkan perawatan awal di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) MTs 4 Muhammadiyah Bulu.

Kronologi dan Dampak Kejadian

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, para siswa tengah fokus mengikuti pelajaran di dalam kelas. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, konstruksi atap gedung sekolah yang berlokasi di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, tiba-tiba luruh dan menimpa mereka yang berada di bawahnya.

Data sementara menunjukkan total delapan korban mengalami luka signifikan, dengan beberapa di antaranya dilaporkan mengalami patah tulang. Seluruh korban luka berat kini berada dalam perawatan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro, Sragen.

Penyebab dan Respons Pejabat

Camat Sambungmacan, Edi Purwanto, yang langsung meninjau lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa ambruknya atap sekolah murni disebabkan oleh faktor usia bangunan yang sudah tua. “Jadi bukan karena sebab lain, tetapi karena bagian atap sudah tua, kayunya lapuk dan tidak lagi mampu menahan beban, sehingga ambrol,” ujar Edi Purwanto.

Senada, Kapolsek Sambungmacan, AKP Warseno, menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan pengamanan di area sekolah. “Informasi sementara ada 8 korban. Ada yang dilaporkan mengalami patah tulang, namun identitas pastinya masih kami data karena korban langsung dibawa ke rumah sakit umum,” jelasnya.

Langkah Penanganan dan Koordinasi Lanjut

Mengingat MTs 4 Muhammadiyah berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Kemenag Sragen serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen untuk langkah penanganan lebih lanjut. Camat juga telah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Sragen guna mendapatkan arahan strategis.

Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Sragen, Wawan Suranto, menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah komprehensif setelah proses evaluasi selesai. “Segera akan diambil langkah-langkah yang komprehensif. Yang penting saat ini bagaimana penyelamatan berjalan baik dulu,” tegas Wawan.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dalam pengawasan pihak berwajib guna memastikan keamanan di sekitar reruntuhan bangunan.