Aktris Alyssa Soebandono akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Melalui akun Instagram pribadinya, Alyssa menegaskan bahwa ia tidak pernah mendaftarkan diri maupun menerima beasiswa dari program yang dikelola Kementerian Keuangan tersebut.
“Izin menanggapi dan meluruskan ya. Faktanya, saya bukan lah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri,” tulis Alyssa dalam pernyataannya pada Rabu (24/2/2026).
Related Post
Istri dari Dude Harlino ini kemudian menjelaskan secara rinci sumber pendanaan studinya. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) ditempuh dengan biaya mandiri serta beasiswa dari lembaga swasta.
“Saya menempuh S1 di Monash University dengan biaya sendiri dan S2 mendapatkan beasiswa penuh dari London School of Public Relations,” jelas Alyssa.
Latar Belakang Kontroversi Beasiswa LPDP
Klarifikasi Alyssa ini muncul di tengah kegaduhan publik terkait daftar penerima beasiswa LPDP. Sorotan tajam bermula dari pernyataan kontroversial seorang alumni berinisial DS yang menyebut anak-anaknya tidak perlu menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Ucapan tersebut memicu kemarahan publik, terutama karena DS dan suaminya, Arya Iwantoro, diduga tetap menetap di luar negeri setelah menyelesaikan studi yang dibiayai oleh pajak rakyat. Berdasarkan aturan LPDP, para alumni wajib kembali ke tanah air untuk mengabdi selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Pihak LPDP telah menjelaskan bahwa DS sebenarnya telah menyelesaikan masa pengabdiannya sesuai ketentuan sejak lulus pada tahun 2017. Namun, suaminya, Arya Iwantoro, diduga belum menuntaskan tanggung jawab pengabdian tersebut kepada negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Arya Iwantoro telah bersedia mengembalikan seluruh dana beasiswa yang pernah ia terima. Pengembalian dana tersebut akan dilakukan lengkap beserta bunganya, mengingat ia dianggap tidak memenuhi janji untuk berkontribusi langsung di Indonesia.
Purbaya juga memberikan peringatan keras bahwa pemerintah akan melakukan blacklist terhadap penerima beasiswa yang terbukti menghina Indonesia di masa depan. Pemerintah menegaskan tidak akan menoleransi penggunaan uang negara oleh pihak-pihak yang merugikan citra bangsa.








