Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1997 menyalurkan bantuan logistik sebanyak 10 ton untuk korban bencana di wilayah Sumatera dan Maluku Utara. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta pada Kamis, 15 Januari 2026.

Bantuan tersebut, yang terdiri dari 697 paket, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian atau kediaman mereka.

10 Ton Bantuan Logistik Disalurkan

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan rincian bantuan yang didistribusikan. “Jumlah yang didistribusikan kurang lebih 10 ton bantuan, terdiri dari 697 paket bantuan berupa makan siap saji dan keperluan lain yang sifatnya bisa langsung digunakan oleh masyarakat”, ujar Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.

Tunggul menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas di antara para alumni AAL angkatan 43/1997 dalam membantu sesama warga negara Indonesia yang membutuhkan.

  Wakapolri Dedi Prasetyo Umumkan 1.500 Personel Polri Dikerahkan untuk Pemulihan Sumatera

Mekanisme Penyaluran Bantuan

Penyaluran logistik ke Sumatera dilakukan melalui jalur laut. Setelah tiba di pelabuhan tujuan, tim akan mendistribusikan bantuan ke beberapa titik bencana yang telah ditentukan. Sementara itu, untuk wilayah Maluku Utara, bantuan diangkut menggunakan KRI Dorang-874.

Setibanya KRI Dorang-874 di pelabuhan, Pangkalan TNI AL (Lanal) Ternate akan mengambil alih peran untuk menyalurkan logistik bantuan tersebut ke wilayah Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Laksamana Pertama TNI Tunggul menyatakan harapannya agar bantuan logistik ini dapat tiba tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi kelangsungan hidup para korban bencana. “Besar harapan kami bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, dan semoga dapat segera pulih sehingga dapat dilakukan pembangunan-pembangunan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat,” tutup Tunggul.

50% LikesVS
50% Dislikes